Pesugihan Kandang Bubrah
Ketika ritual selesai, Arif merasa ada sesuatu yang berubah di udara, seperti kekuatan tak terlihat yang mulai bergerak.
Keesokan harinya, Arif mulai mengatur pertemuan antara Gibran dan Wina. Arif menggunakan alasan sederhana, pesta kecil di desa untuk merayakan panen jengkol yang melimpah. Semua warga diundang, termasuk Wina dan keluarganya.
Di tengah keramaian pesta, Gibran muncul dengan wajah yang sedikit bingung. “Kenapa kamu tiba-tiba ngundang aku, Arif?” tanyanya.