Satria Roh Suci
ucap salah satu satria itu, “dari beberapa warga biasa di lantai bawah, atau pula saudagar yang duduk di lantai ke dua. Bulan Merah menebarkan banyak mata-mata ke segala penjuru benua Sundaland.”
Rawai Tingkis mengangkat satu alisnya, lalu dia dengan perlawan meletakan jari tangan pada busur panahnya sembari berkata, “apa kalian juga? Aku tidak pernah bertemu satria suci yang baik sepanjang perjalananku.”
Ke tiga orang itu lantas tertawa kecil, “kau sangat waspada, Anggota Padepokan Surya, tapi tenanglah kami bukan musuhmu.”
Bab Populer