Renjana
tanyaku ragu, karena semut-semut itu memandangku dengan tatapan membunuh.
“Namaku Dito, kamu?” Katanya sambil mengulurkan tangan dan senyum tipis terukir diwajahnya yang tampan itu.
“Hah, oh, eh, Jana, Renjana,” kataku sambil ber-ah-oh ria mirip sapi oon, sampai-sampai nama sendiri aja lupa.
“Jana,” ulangnya seakan nama itu asing bagi telinga seorang Dito, “apa hobimu?” tanyanya lebih lanjut.
Hot Chapters