Badai Sang Pemberani
"
Valeri berdiri beberapa langkah dari Rajan, luka di pundaknya makin terasa perih. Tapi bukan itu yang mengganggu pikirannya– melainkan kemarahan yang tertahan sejak semalam. Pandangan matanya tak pernah lepas dari Rajan, tapi pikirannya masih teringat dengan situasi semalam bersama Badai.
Rajan meraung keras. Matanya liar. Dia telah melihat tubuh saudaranya, Babu, terkapar berlumuran darah.
"Kalian membunuhnya!! "Darah harus kalian bayar!" teriak Rajan, suaranya serak dan dalam.
Dia menyerang dengan buas. Bukan seperti sebelumnya. Serangannya gila dan mengerikan.
인기 회차