Pendekar Mayat Bertuah.
Santana terus berjalan menyusuri jalanan desa, tubuhnya yang masih kecil bergerak lincah menyeruak dan menembus tebalnya kabut pegunungan yang menyelimuti bumi, bocah itu terus berlari ke arah selatan, dan sesekali harus menuruni jurang, menaiki tebing dan memasuki rimbunnya hutan.
Sementara itu para teman-teman Santana yang berjumlah sembilan tadi rupanya juga langsung memilih untuk kabur karena merasa bukan mereka yang melakukan berak di dalam kuil itu. Dan tidak butuh waktu yang lama peristiwa jorok itupun langsung terbongkar, karena begitu pagi mulai datang Pak Santo yang bertugas sebagai juru kunci kuil itu nampak datang untuk menunaikan tugas rutinnya membersihkan tempat ibadah tersebu
الفصول الرائجة