Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Dewi

Sang Dewi

Nyi Alam Kasuyatiansang dewiDewidewidewa/dewi
***Sang Dewi*** Suasana pagi di Setana begitu cerah. Di halaman pondok, Pramesti dan Sasanti telah berdiri dengan membawa anyaman bambu di tangan masing-masing. Sedianya kedua putri akan pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur, tetapi sewaktu menunggu lima murid perempuan lain yang belum berkumpul, justru dikejutkan oleh Larasati berlari mendekat dari dalam salah satu bangunan. “Aku ikut,” pintanya seraya menghentikan ayunan tungkai.
2.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Jawab Alena yang duduk di pinggir ranjang tempat Amora berbaring. ****** Sementara itu jauh di luar Kota Palembang, seorang dukun santet yang di kenal warga dengan nama Mbah Purwo sedang konsentrasi di kamarnya. Mulut Mbah Purwo tiada henti komat-kamit sambil sesekali tangannya menaburkan kemenyan ke dalam pendupaan menyala di depannya. Mbah Purwo merupakan dukun terkenal yang sering di minta bantuan oleh warga untuk mengatasi urusan mereka mulai dari jodoh, karir sampai menyantet orang.
1036.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
SANG DEWA PENYEMBUH

SANG DEWA PENYEMBUH

Saat itu Bu Siti keluar dengan mengenakan daster yang dikombinasikan dengan celana panjang dari bahan batik serta kepala ditutupi dengan kerudung instan. “Nak Harun gak minum kopi?” tanya wanita itu sembari mengambil tempat duduk di sofa di sebelah Salwa dan Ningrum. “Tidak biasa, Bu. Saya biasa minum air putih saja,” jawab Harun. “Oh ya, kenapa gak jual di depan ini saja, Bu? Kayaknya bagus tempatnya. Tempat ini juga bagus, di perumahan ini juga ramai. Dekat dengan jalan raya juga di sebelah selatan sana.”
694 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
Senandika

Senandika

“Samyang yang kemarin gimana? Pedes?” Shera terkekeh pelan, “Pas yang dimakan berdua sama lo nggak pedes. Besoknya pas dimakan bareng-bareng baru kerasa.” Jevan mengangguk setuju, saat melihat Shera menangis dengan tersedu-tersedu, sensasi pedas yang sebelumnya dapat ia rasakan itu pun hilang entah kemana. “Mungkin karena perasaan lo campur aduk, jadinya nggak kerasa.”
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

SANTET PAKAIAN DALAM 11 Tepat tengah malam, Ita duduk di kursi menghadap jendela kamar Nining. Ia menaruh meja kecil di depan jendela kamarnya, menempelkannya ke tembok. Di atasnya Ita menaruh cawan yang telah ia isi dengan air, di atas permukaan cawan itu ia taburi bunga. Lalu dengan silet Ita melukai ujung jari telunjuk dan jari tengahnya. Darah menetes ke dalam cawan. Kemudian Ita mengaduk-aduk isi cawan tersebut, sehingga air yang tadinya bening seketika berubah warna menjadi merah. Secuil kemenyan ia bakar, baunya menguar menusuk indra penciuman. Asap itu meliuk-liuk disapu angin. Setelah Itu Ita menutup matanya, menangkupkan kedua tangannya di atas kepala. Mulutnya berkomat-kamit me
9.37.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
 Ranjang Pengantin

Ranjang Pengantin

Mana tau laki-laki tertutup itu masih berada di Jakarta. Di sudut kota Jakarta, di sebuah apartemen tua yang tak lagi diminati penghuninya, hanya ada beberapa ruangan yang masih terisi karena mereka tak punya pilihan lain selain menetap di sana. Lokasi yang tidak seindah yang di ceritakan sebagai kota metropolitan megah, hanya ada aliran sungai yang bewarna kuning kehitam-hitaman, serta tumpukan sampah yang diperlukan oleh banyak pemulung yang mencoba mengais rejeki mereka dari sana. Di lantai lima, ruangan pengap tak bercahaya, bahkan matahari tak berani masuk mengintip melalui celah celah kaca nako tua yang ditutup rapat oleh gorden lusuh bewarna hitam.
1023.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 580 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
1KG BERAS DARI IBU

1KG BERAS DARI IBU

larangnya di mulut tetapi tidak dengan tubuhnya. "Kenapa?" bisik Bahar. "Jangan di sini, maksudnya!" Bak singa kelaparan mendapat umpan, Bahar dengan segera membawa Sarti menuju rumah Sadun yang biasa dia pakai bersenang-senang dengan para selirnya. Termasuk juga Ririn dulu dan beberapa mantan pekerjanya yang akhirnya ia serahkan pada Tedi sang germo, untuk menjadi pelac*r di kota.
9.9176.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

SUKSESKU BERAWAL DARI SAKIT HATI

lanjutnya seraya berlalu meninggalkanku di ruangan itu sendiri. Sebenarnya, malam itu aku merasa aneh karena ritual santet yang kulakukan tak seperti kebanyakan orang. Sepengetahuanku, santet biasanya dilakukan melalui media foto atau bagian tubuh korban yang dimantrai agar korban celaka. Namun, santet versi Mbah Dukun itu lain caranya. "Sudah selesai?" tanya Mbah saat aku menemuinya di ruang tamu.
7.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
Santet Pengantin

Santet Pengantin

hmm duet duo A yang menggairahkan, mulai malam ini akan aku buat kalian berdua menjadi budak cintaku, agar kalian tahu rasanya disakiti, hahaha,' desis Kania penuh angkara. Dupa dinyalakan dan wangi asap dupa mulai memenuhi ruangan berbaur dengan wangi bunga kantil yang baru dipetiknya. Harum wangi bunga kenanga dan bunga kantil menguar dari tubuhnya. Mantra demi mantra perlahan mulai diuntai, mantra aji pengasihan Jaran Goyang dirapal sebaris demi sebaris, perlahan-lahan merasuki sukma yang dituju. ***
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 702 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
Seserahan Kebo Gerang

Seserahan Kebo Gerang

Narsih menatapnya. Diam. Lalu bibirnya bergetar, satu ucapan meluncur. "Pring sedapur. " "Ya."
566 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai santet pring sedapur
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status