Mainan Baru Tuan Montevista
Suasananya tenang, mencekam, dan jauh dari keterusterangan dunia baking Raka.
Ny. Sari, mengenakan dress sutra abu-abu mahal, memancarkan aura kekayaan turun-temurun. Wanita itu terlihat lembut tetapi tatapannya seolah bisa menimbang berat jiwanya. Raka merasa keringat dingin mengalir di punggungnya saat dia duduk di kursi yang terlalu empuk. Dia merasa seperti ikan teri di hadapan hiu yang sedang bosan.
“Selamat datang, Tuan Raka. Terima kasih sudah meluangkan waktu,” sapa Ny. Sari, suaranya halus seperti desahan angin.
Hot Chapters