Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Pedang Naga

Pendekar Pedang Naga

“Ini bukan kopi biasa, pantas Paman Lenong melarangku membagi-bagikan kopi ini kepada orang lain, termasuk kepada Paman Kuntasena.” Kandungan yang tercampur dalam kopi tersebut bisa dihargai sangat mahal. Satu sendok mungkin setara dua keping emas, atau bahkan lebih. Banitura sengaja minta kopi langka itu pada Ki Damawangsa karena dia tahu, Asoka berangkat ke Dwipa untuk melatih kanuragannya menjadi lebih kuat lagi. Atas bantuan Bayu, Banitura berhasil menghasut Ki Damawangsa.
9.6263.3K viewsOngoingAdded to Library 8.4K Times as sastra kopi
Show Reviews (90)
Read
+Library
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
TEMAN TAPI MESRA

TEMAN TAPI MESRA

Rambut panjang Sasha yang setengah basah ia biarkan tergerai begitu saja. Di kitchen bar, Daniel sudah membuatkan kopi panas untuk Sasha. Ia juga menyediakan sebuah asbak dan rokok lengkap dengan koreknya. "Wow, I'm speechless..." ujar Sasha terkesan. Daniel tertawa ringan, ia menarik kursi stool dan mempersilahkan Sasha untuk duduk. Sasha menyeruput kopi panas yang dibuatkan Daniel, "Hmmmm kopi nya enak. Kopi apa nih pak?" tanya Sasha sambil menghirup uap kopi di cangkirnya.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as sastra kopi
Read
+Library
Pelet Kopi Darah Haid

Pelet Kopi Darah Haid

Tidak ada yang curiga akan pembuatan kopi yang sedang Sumi lakukan namun, tak sedikit juga model wanita yang melirik kemana arah Sumi melangkah jauh bahkan hanya untuk membuat kopi. Sumi meyeduhkan air panas kedalam kopi yang ia buat, tak lupa pula ritual yang selalu ia gunakan untuk membuat kopi yang begitu enak untuk kekasihnya tersebut. Ia mulai membuka celana dalamnya dengan mata yang melirik ke segala arah, untuk memastikan tidak ada satupun orang yang mengetahui perbuatannya. “Ada apa dengan, Sumi, mengapa ia membuat kopi dengan cara mengendap dari semua orang bahkan sampai membuka celana dalamnya?” Sophia tak sengaja melihat dari balik pintu kamar mandi.
10485 viewsCompletedAdded to Library 13 Times as sastra kopi
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Dan pagi itu, di ruangan kecil penuh kertas dan laptop tua, dua orang duduk berhadapan—tanpa urusan pekerjaan, tanpa tenggat, hanya secangkir kopi, tiga empat potong batagor, dan percakapan ringan yang mengalir seperti Bandung yang sedang tidak tergesa-gesa. Sari menyodorkan cangkir kopi ke arah Bumi. Uapnya naik perlahan, aromanya menenangkan. “Coba tebak, kopi ini rasa apa?” tanya Sari, matanya menyipit menggoda. Bumi mencium aromanya dulu sebelum menyesap sedikit. Ia mengangguk pelan. “Hmm… robusta. Dan kamu tambahkan sedikit kayu manis.”
1011.0K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as sastra kopi
Read
+Library
Let's Play With Me

Let's Play With Me

“Menolongku dari apa?” “Lupakan saja,” alih Aidan. Cora tak curiga sedikitpun. Fokusnya sekarang, ingin segera meminum kopi terlezat yang masih Aidan seduh. Aroma kopi dari Sakha itu, berhasil mengalihkan dunianya. Andai biji kopi itu adalah manusia, Cora pasti sudah menjadikan biji kopi itu sebagai kekasihnya. Bukan hanya aromanya, rasa kopi itu adalah rasa paling sempurna di antara kopi-kopi lainnya. Sensasi rasa baru yang menyentuh lidahnya, sangat luar biasa.
107.5K viewsOngoingAdded to Library 226 Times as sastra kopi
Read
+Library
Kenikmatan Satu Malam

Kenikmatan Satu Malam

Perintahnya pada Saena. “Ko-kopi?” Ulang Saena, gadis itu semakin terlihat bingung dan tidak mengerti kenapa Yu Silan malah memerintahkan dirinya untuk membuatkan kopi untuknya. Dan mau tidak mau Saena segera pergi untuk membuatkan kopi lalu mengantarkannya pada Yu Silan. “Ini kopinya, Tuan Yu.” “Terlalu manis.” Saena mengangguk lalu membawanya kembali, dan membuatkan yang baru untuknya.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 52 Times as sastra kopi
Read
+Library
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Suaranya bergema lembut, namun tegas. “Nama saya Neura. Divisi Ekspansi Emosi Lintas Alam. Saya mewakili para pemilik rasa global.” Ia duduk di kursi paling tengah. Tak satu pun dari kursi itu mengeluh, padahal biasanya rewel. “WarKoDuBa unik. Tidak hanya menyeduh kopi. Tapi menyeduh keberadaan. Kami ingin membawanya ke skala semesta.”
101.2K viewsOngoingAdded to Library 36 Times as sastra kopi
Read
+Library
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

Ke mana Delia? "Mas, ini kopi untukmu!" Tiba-tiba Delia sudah berdiri di belakangnya sambil membawa nampan berisi segelas teh panas dan secangkir kopi panas yang dari aromanya saja Barra tahu kalau itu kopi robusta. Dia penyuka dan penikmat kopi, makanya sangat paham beberapa jenis kopi dari aromanya. Bagi Barra wangi kopi bisa memberikan efek terapi. "Mau taruh di mana?"
10181.0K viewsCompletedAdded to Library 4.3K Times as sastra kopi
Read
+Library
Baby Sitter Sang CEO

Baby Sitter Sang CEO

suara Haris terdengar. "Masuk Ris." Haris berjalan masuk lalu menyajikan kopi yang diminta oleh atasannya itu. "Ini Pak, yang buat anak pantry yang biasa lihat Reres buat." Saga mengangguk,kemudian segera mengambil cangkir kopi untuk segera menikmati kopi miliknya. Pria itu menyeruput kopi, terlihat kecewa. "Minta ulang, rasanya beda banget, terlalu encer, masih kemanisan."
1016.6K viewsCompletedAdded to Library 582 Times as sastra kopi
Read
+Library
Memoar Rasa

Memoar Rasa

(Rabu, 13 Mei 2017) "Eh, dip, mau kemana kamu?" Sahut kusma. "Eh kus, aku mau ke perpustakaan nih, biasalah aku nyari buku lagi buat paper aku." Jawabku dengan nada terburu-buru. "Eh bentar dong, nanti malem, bunga sama akasha mau ngajar dinner nih, do you wanna join?" Tanya kusuma dengan nada meledek. "Ah tidak usah, aku akan menghabiskan waktu malam ini di kamar sambil membaca buku dan bersantai. Lagian, I wanna save my pocket." Ucapku.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 76 Times as sastra kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status