Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ksatria Katana Kembar

Ksatria Katana Kembar

Ia berdiri tegak di depan tiga orang laki-laki itu, kemudian menunduk, namun Zaki pun tidak mampu untuk tersenyum kali ini. “Selamat siang, Bapak-bapak semua. Nama saya Aswar Rizaki. Saya berusia 25 tahun,” kata Zaki mulai memperkenalkan diri. Satya mengangguk dan mengeluarkan satu kotak. Ia memberikannya kepada Zaki. Pemuda itu langsung mengambilnya, ternyata benar, itu adalah sebuah headset. Zaki langsung mengerti dan memasangnya di telinganya.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as sastra kopi
Read
+Library
TAKDIR KEDUA

TAKDIR KEDUA

ujar Diandra lagi. Dirga terkekeh. “Ga apa-apa Mom, es aja.” “Ini kopinya produknya si Davi. Arabika Kintamani. Beda lho dengan rasa kopi yang lain. Davi ngambil dari petaninya langsung.” “Oh, Davi sekarang jualan kopi juga Mom?” tanya Andien. “Iya. Masih kopi kemasan sih, lagi nyari lokasi dia, mau buka café kecil katanya.”
1025.1K viewsCompletedAdded to Library 553 Times as sastra kopi
Read
+Library
Wanita Rahasia Dokter Arogan

Wanita Rahasia Dokter Arogan

"Dok—." "Dewi makan di luar, kan?" tanya Aksa memastikan. Kepalanya diletakan di bahu wanita itu, sedang mata hazel mengawasi tangan Lara yang sedang menyeduh kopi. "Kenapa kopi buatanmu selalu enak, Ra?" tanya Aksa, ketika tidak mendengar jawaban Lara di pertanyaan sebelumnya. "Dr. Aksa Al-Fayaadh, saya mohon lepaskan saya," tuntut Lara. Dia melayangkan beberapa pukulan di tangan Aksa yang melingkar, tetapi sama sekali tak berefek.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 133 Times as sastra kopi
Read
+Library
Pria Super Kaya

Pria Super Kaya

Sejenak Bi Imas telah kembali dari depan, Aldo bergegas memberondongnya. “Siapa yang datang, Bi?” “Katanya asisten Tuan, namanya Pak Dave.” “Oh ….” “Mau saya buatkan minuman untuknya, Tuan? Pas saya tanya dia tidak bilang tidak perlu.” Bi Imas nampak bingung. “Bikinkan kopi saja, Bi … jangan lupa tambahkan sianida.” “Hah?” Bi Imas bertambah kaget saja. “Jangan dengerin orang stres kayak dia, Bi … nanti ikutan stres lagi,” sambung Dyta.
8.9208.9K viewsCompletedAdded to Library 6.7K Times as sastra kopi
Show Reviews (41)
Read
+Library
Megumi
hallo semua ... aku mau ngasih pengumuman, maaf ya seblmnya. aku revisi besar2n di tanggal hari ini 30 November 2021. So, buat kalian yg udah baca sblm tanggal ini, makasih banyak, trs bisa dibaca ulang ya. pastinya lebih enak buat disimak. terimakasih....
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Perempuan Kopi

Perempuan Kopi

“Ah, sudahlah. Aku tak tahu lagi…” “Ada apa?” Daniela terheran-heran melihat Adrian hanya menatap matcha latte-nya. Keheranan Daniela bukan hanya tentang Adrian yang tengah menatap minuman hijau asal Negeri Tirai Bambu itu saja seraya menimang “Mau aku minum, enggak. Mau aku minum, enggak?” Namun juga, perempuan berhidung bangir itu pun di buat heran ketika Adrian tiba-tiba mengundangnya minum kopi tapi yang dipesan matcha. “Adrian Keenan… apa kamu mengundangku datang hanya untuk melihatmu menatap secangkir matcha?” protes Daniela.
108.6K viewsOngoingAdded to Library 171 Times as sastra kopi
Read
+Library
Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

Terjerat Cinta Pesepakbola Tampan

"Kita mampir ke kedai itu!" Sasmaya mengajak Ale memasuki sebuah kedai kopi yang sudah buka. Sebuah kedai kopi khas Singapura. Mereka duduk di sudut dekat jendela agar bisa menikmati pemandangan jalanan di sekitar kedai yang mulai ramai. Sasmaya memesan Kaya Toast, telur rebus dan teh tarik. Menu sarapan khas warga Singapura.
103.8K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as sastra kopi
Read
+Library
Unexpected Encounter

Unexpected Encounter

tanya Maudi sembari memeriksa deretan kopi kemasan di rak. “Beli yang mix sama kopi item tanpa gula.” Maudi langsung menyambar masing-masing satu buntal kopi yang disebutkan oleh Satria. “Terus?” tanya Maudi lagi. Dan Satria tak mengatakan apapun. Maudi pun berjalan kembali ke trolinya sambil berkata lagi. “Udah? Kalo udah,” “Belom!” sahut Satria kilat.
1024.7K viewsCompletedAdded to Library 692 Times as sastra kopi
Show Reviews (21)
Read
+Library
Nur Umaya Erwin
luar biasa. hal hal yg ditulis sederhana tapi ngena dengan kehidupan nyata. gaya bahasa bisa dimengerti dan wow banget. author juga keren ngemas ceritanya. 1 lagi, bab per bab selalu menarik dan ditunggu.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 119 Times as sastra kopi
Read
+Library
Petaka Satu Malam

Petaka Satu Malam

Pluk! Sebuah tangan kekar meletakkan segelas kopi susu panas dengan asap yang masih mengepul di mejanya. Aroma kopi menyeruak, membuat sarafnya seakan kembali sadar. Kiara menatap segelas kopi itu lalu mendongak. Tersenyum tipis. "Makasih, Sat." Satrio mengangguk. Mengintip pekerjaan Kiara. "Laporan?" tanyanya.
8.715.1K viewsCompletedAdded to Library 529 Times as sastra kopi
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status