Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji Manis Putra Mahkota

Janji Manis Putra Mahkota

Nada bicaranya terjaga lembut, mengingatkanku saat dia bicara dengan Karina. “minum!” Daniel sedikit memaksa karena Branchette terus menolak barang pemberiannya. “gluk! Gluk!” Branchette minum dengan cepat. Susu bercampur kopi itu sangat lezat. Kalian tidak perlu menghirupnya pelan-pelan seperti kopi. Karena pada dasarnya itu adalah susu dengan campuran kopi, bukan kopi yang dicampur susu. Paham kan? Susu adalah tuan rumahnya dan kopi adalah tamu yang menambah cita rasa tuan rumah. Minumnya tentu harus cepat seperti meminum susu putih sebelum tidur.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
ISTRI RASA SIMPANAN

ISTRI RASA SIMPANAN

ujar Alicia sambil mencium aroma wangi-wangi herbal itu. "Teh satu ini menjadi spesial berkat tambahan beberapa tanaman herbal dan rempah. Yang terdiri dari kayu manis, jahe, lada hitam, serta kapulaga. Sementara untuk pemanis, biasanya memilih antara susu, gula, atau bahkan madu," jelas Claudius. "Karena aku suka susu, maka aku menambahkan susu!" ujar Claudius lagi. Merasa suasana sudah semakin mencair, maka Claudius pun mulai memberanikan diri untuk berbicara ke intinya tentang alasan mengapa dia memanggilnya datang ke rumahnya ini. "Ada yang ingin aku tunjukan kepadamu!"
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
SaDriS

SaDriS

"Ia gak bakal kayak gitu lagi kok aku,makasih ya sayang akunya udah di maafin" "Iya,aku tak mandi dulu ya mas" "Oke" *** Keesokan paginya setelah bangun tidur Sadris dan Riza yang sedang ada di Blora jalan jalan di berbagai tempat di kota mati itu... Pertama mereka menikmati kopi santen yang khas dari Blora... Sadris memangg pecinta kopi banyak kopi yang telah ia coba dan kini ia untuk pertama kalinya mencoba kopi santen...
9.62.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
SENDIAKALA

SENDIAKALA

Tak ada satupun kata yang keluar dari mulut kami hingga rasa canggung mulai menyelimuti udara di sekitar. “Yuhu… Jus Strawberry datang, nih!” Suara Mbak Ami yang ceria membuat kami berdua terkejut dan menoleh. Ia datang membawa nampan kayu berisi segelas jus strawberry dengan susu yang masih mengeluarkan asap panas, dan segelas kopi hitam yang selalu jadi kesukaan Satya. “Diem-diem aja kalian berdua… kaya batu karang.” Aku tertawa kecil mendengarnya, menyadari betul bahwa apa yang dikatakan Mbak Ami benar. Kenapa kami harus bersikap seperti orang asing padahal sudah begitu akrab sejak kecil?
463 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
SISA CINTA UNTUK ISTRIKU

SISA CINTA UNTUK ISTRIKU

Dia melangkah lebih dulu dan aku mengikutinya dari belakang. "Duduk dulu, Mas. Mau dibikinin minum apa?" "Kopi boleh. Biar gak pusing lagi." Tak lama datanglah Maura dengan secangkir kopi di tangannya. "Minum dulu, ya, Sayang. Aku mau mandi dulu, nanti habis mandi aku pijitin." Maura mengedipkan matanya genit. Ah, Maura benar-benar menggemaskan.
9.844.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Ini kopi apa?” Hairi menelan saliva lalu menjawab dengan sedikit membungkuk. “Kopi Kintamani,” “Nikmat sekali,” puji Safira yang terus menyesap kopinya lalu sesekali mengayunkan jemarinya, memainkan asap kopi yang mengepul. “Aku mengira kopi dari Brazil,” “Apa Mas Haikal mengatakan sesuatu pergi kemana?” tanya Safira menaruh cangkir kopinya lalu menghela nafas. Tatapannya kini beralih pada Hairi yang berdiri dan menundukkan kepalanya.
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kata Satria. Akhirnya Amara meminum kopi tersebut. Rasanya enak, berbeda dari kopi yang pernah ia minum sebelumnya di sini. Baunya juga harum. “Itu kopi racikanku yang terbaru. Bisa dibilang kamu bahan percobaannya.” Kata Satria. “Beracun? Ga kan?” Tanya Satria. “Beracun.” Jawab Satria. “Eh, aku serius tau.” Kata Amara.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 291 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Apa aku boleh membuat kopi untuk Saka?” Sri mengangguk. “Tentu saja. Di sini.” Menunjuk sebuah mesin kopi yang ada di sana. Dengan bantan Sri, karina membuat Kopi sesuai selera Saka. Ia menatap puas pada kopi buatannya. Ia akan mengantarkannya ke atas. Mungkin Saka sudah bangun dan sedang membersihkan diri. “KARINA!”
9.590.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
KAMAR KEDUA

KAMAR KEDUA

Itu cara Satria menurunkan hari yang terlalu panjang. Aroma kopi menyebar pelan di dapur yang sudah hampir gelap. Sheza menuangkannya ke cangkir kecil favorit Satria. Tanpa gula, tanpa tambahan apa pun. Ia menyerahkannya, dan Satria menerimanya dengan tatapan yang sedikit lebih lama dari biasanya. “Terima kasih.”
10246.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.9K kali sebagai sastra kopi
Tampilkan Ulasan (118)
Baca
+Pustaka
BIAN_Bella
novel ini memang berkualiti tinggi. Saya sanggup berjaga sampai lewat malam kerana terlalu asyik membaca. Gaya bahasanya indah, kemas, dan mudah difahami. Membuatkan setiap bab mengalir lancar. Jalan ceritanya jg berbeza daripada kebanyakan novel lain kerana tidak bergantung pada unsur dewasa sahaja
Sulistianah cuplis
wes lah...kalo novel kak njus gk ada yg gagal. rating 10 semua. keren semua. semua ceritanya gk ada yg lebay, relevan dgn kehidupan dan masalah-masalah yg sering terjadi, tp dikemas dengan penulisan yg luar biasa. makasih ya kak nyusul namaku pernah jadi pemeran figuran di salah satu novel nya ......
Baca Semua Ulasan
Sisa Rasa

Sisa Rasa

Papa dan Kak Dika yang kebetulan sedang santai di rumah pun ikut bergabung. Selin mengeluarkan barang satu per satu: "Ini buat Mama, mukena sutra asli yang lembut, beberapa pot lulur Bali sama tas rotan etnik yang Mama titip kemarin." "Ini buat Papa." Papa menerima beberapa bungkus kopi kintamani sama kaos khas Bali. "Wah, mantap." Sahut Papa. "Buat gue mana?" Potong Kak Dika. "Sabar, Kak! Ini beberapa pie susu, kacang khas Bali, dan baju barong buat Kak Dika pakai tidur," Selin terkekeh melihat ekspresi kakaknya.
10711 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status