Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Headmaster is My Husband

My Headmaster is My Husband

tanya Sagara lembut membuat Gistara bersorak dalam hati. “Emang ada apa aja?” Gistara melirik pramugari yang sepertinya muak dengan tingkahnya. “Ada susu, kopi, softdrink, roti, banyak Yang. Kamu mau apa nanti dibuatin sama pramugarinya.” Sagara masih asik menatap istrinya, mengelus punggung istrinya.
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 347 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Between Revenge and Love

Between Revenge and Love

tanya Andini sambil matanya menyisir setiap menu yang tersedia. Barista lelaki itu menunjuk sebuah nama menu andalan di kedai kopinya. “Kita punya es kopi susu spesial. Kenapa spesial? Di atasnya akan ditambah dengan whipped cream. Rasanya tidak terlalu manis, namun cukup manis untuk membuat suasana hati kakak lebih baik sesaat setelah meneguknya.” “Kalau kopi hitam, Kakak punya rekomen?” “Kopi luwak, Kak. Saya merekomendasikan kopi luwak untuk pacar Kakak yang ada di dalam mobil.” Barista itu menunjuk Liam yang terlihat sedang menunggu di belakang kemudinya.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Fixing The Shattered

Fixing The Shattered

“Kau suka berwirausaha ya? Usaha apa lagi yang kau punya?” “Beberapa franchise kopi dan selusin warung pecel lele dan seafood yang tersebar di kota ini dan juga kota sebelah. Kedai kopi yang kudatangi di Samarinda tempo hari saat mengantarmu adalah salah satunya. Kami punya brand kopi sendiri. Ada beberapa jenis kopi yang kami produksi seperti kopi luwak, kopi Sidikalang dan kopi Toraja yang kami jual secara online.”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

“Gua bingung, setau gua kopi ya kopi, item ya item, koq ini rasanya asem ya?” “Aslinya kopi itu ada beberapa jenis, yang terkenal ada dua arabica sama robusta. Gampangnya arabica itu asam, robusta itu pahit, karakter robusta itu ya rasanya dominan pahit aja, sedangkan arabica banyak rasa yang muncul, kadang-kadang rasa teh, mirip jeruk. Itu memang karakter arabica.” Yulia menanggapi,”oh gitu, berarti yang cahaya buat itu arabica dong.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

Aku lihat Sage masih di telepon, dia lambaikan tangan saat aku mau mengambil kopi, tapi dia langsung mendorong aku balik duduk. Satu menit kemudian, dia datang bawa lima gelas kecil. “Nih. Kita mulai dari yang dasar. Ada cappuccino, latte, mocha, americano, sama kopi hitam. Aku penasaran kamu lebih suka yang mana. Jadi, kasih tahu ya, Khalisa versi baru ini sukanya yang mana. Tapi …” Dia menyentuh tanganku. “Khalisa yang dulu juga luar biasa, lho.” “Makasih ya, Sage.” Aku condongkan badan buat cium aroma kopi satu-satu. Wangi banget.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

Sengsaranya Perjuangan Mengincar Warisan Mertua

Aku mengangguk. "Mmm... Namanya Kopi Mengheningkan Cipta," jawab Mas Priyo. What??? Apa gak ada nama lain yang lebih aneh? Biasanya brand kopi punya nama keren-keren. Janji Jiwa, Kenangan, dll. Lah ini... Mengheningkan Cipta??? "Bagus ya Mas, namanya? Aku bayangin di kedai kopi bakal diputer dua puluh empat jam lagu 'dengaaan seluruuuuh... angkaasaa raayaa memuuji... pahlawan negaraa...'"
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Istri Tebusan Paman Mantanku

Istri Tebusan Paman Mantanku

Ia menoleh ke arah mesin kopi yang ada di sana. “Kamu suka membuat kopi sendiri?” tanya Laureta. “Ya. Clara yang membuatkan kopi untukku.” Laureta menghampiri mesin kopi itu dan melihat sebuah toples kaca yang berisi bungkus kopi warna hitam dengan logo dan merk kopi yang tertera di sana. Ia melihat tulisannya. “Kopi Aceh Gayo. Waw!” Ia membuka toples itu dan menghirup aromanya yang wangi sekali. Ditaruhnya kembali toples itu di meja.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 633 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

“Kelewatan juga mantan kekasih kamu itu, udah di kasih enak, ehh malah selingkui dan bikin hamil teman kamu sendiri,” kata Satria sambi seruput kopi panasnya, yang wangi dan di bilang Salsa asli racikan warga desa ini, sehingga baunya khas dan wangi. Sehingga dengan nakal Satria bilang, wanginya mirip milik wanita, bu Salsa terkekeh sambil tabok bahu kokoh Satria. "Ganjen aaah," ceplosnya.
9.7599.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.4K kali sebagai sastra kopi
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Kursi Panas di Kantor

Kursi Panas di Kantor

terang Leo. “Ya, udah putus sama Andin hampir enam bulan lalu,” jawab Akira seraya menyesap espresso-nya. Memang kopi pilihan kedai Morning Mist ini memiliki kualitas terbaik. “Kopi apa ini Leo, kok enak banget sih?”Akira terdistraksi dengan rasa kopi dan harumnya yang benar-benar menggugah indra penciumannya. “Oh, ini kopi Flores Bajawa. Gue dapet satu supplier yang oke banget. Mereka juga sudah mulai ekspor ke beberapa negara.” ujar Leo bangga.
1029.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 884 kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

Sentuhan Panas Ayah Sahabatku

pinta Zaskia. Ia menyerahkan kopi buatannya ke hadapan Satria. Lalu, duduk di sofa depan, berhadapan langsung dengan Satria. "Jam segini, kamu pasti udah cukup lelah dan ngantuk. Aku yakin kamu butuh itu!" tutur Siska, penuh harap agar kopi tersebut diminum habis oleh Satria. Satria mengangguk pelan. Aroma khas kopi yang masuk ke dalam indra penciumannya saat ini, sangat nikmat. Baginya, aroma kopi di kota ini tidak ada duanya.
1071.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sastra kopi
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status