Rasaku Ditelanjangi
“Tapi lima menit gini... kan gak dosa.”
Ia mencium leherku dari samping, dan aku otomatis bersandar ke tubuhnya. Kakiku melemas. Serius melemas. Aku harus memegang wastafel agar tidak tergelincir. Ia sadar itu, dan malah tertawa kecil, bangga.
“Lututnya lemas, ya?” bisiknya geli.
“Gara-gara siapa, coba?” aku menjawab sambil mendorong bahunya ringan.