Istri Status Pembantu
Kepanikannya tidak mampu menghentikan tangisanku.
Aku lelah, tapi tidak tahu lelahnya di mana. Bila hanya fisik yang lelah karena ke sana ke mari sejak tadi, tentu tidak sebanding dengan pekerjaan rumah. Entahlah, aku hanya ingin menangis. Rasanya benar-benar lelah.
“Ya Allah, Kak.”
“Kenapa, mbaknya, Fani?”
“Enggak tahu.”
“Sini, Mbak belanjaannya biar kami bantu bawakan.”
Bab Populer