Pembantu Kesayangan Tuan Muda
Tawa Jelita berbaur dengan gemuruh hujan deras yang mengguyur Jakarta pagi ini.
“Pagi, hujan …,” William menyentuhkan ujung hidungnya ke ujung hidung Jelita, “dan kamu …,” lanjutnya. “Kamu, mengalahkan posisi kopi paling enak yang pernah kunikmati di pagi hari dalam suasana hujan-hujan begini, Ta …,” bisiknya seraya mengecup bibir Jelita.
***