Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

Ternyata posisi kami memang sudah terlalu jauh di tengah perkebunan, dan sialnya lagi gerimis yang tadi hanya turun setetes demi setetes kini sudah berubah menjadi hujan yang cukup deras. “Jalannya lurus aja, Aya. Nanti di ujung sana belok kiri, di sana ada pondok kecil tempat para pemetik kopi biasanya berteduh. Kita berteduh dulu di sana.” Aku terus berjalan sedikit tergesa mengikuti instruksi Ivan. Namun hujan yang turun membuat pandanganku kabur sehingga beberapa kali kakiku salah melangkah bahkan kini kurasa kaki kananku terkilir karena terjerembab tadi. Pakaianku pun sudah basah kuyup, membuat tubuhku kini menggigil kedinginan.
9.8210.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.4K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Fragmen di Bawah Hujan

Fragmen di Bawah Hujan

Ada pelajaran di sana: bertahan tidak selalu berarti kaku; ia bisa juga berarti berakar. Langkah membawanya ke sebuah kedai kecil yang baru membuka pintu. Aroma kopi menguar, hangat dan mengundang. Aira ragu sejenak, lalu masuk. Ia memesan secangkir kopi hitam, duduk di meja dekat jendela. Dari sana, ia bisa melihat jalan, orang-orang, dan pagi yang terus bergerak.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Dead&Queen

Dead&Queen

Kopi Titik Koma, pukul 19.30 WIB. Hujan deras mengguyur kaca jendela kafe, menciptakan pola air yang terus berubah di permukaan kaca. Suasana kafe yang biasanya nyaman dengan aroma kopi robusta dan jazz lembut, hari ini terasa pengap bagi Alma. Jari-jarinya yang ramping mengetuk-ngetuk meja kayu solid dengan ritme tidak sabar, sementara di layar MacBook-nya terbuka presentasi klien yang deadline-nya tinggal 48 jam lagi.
1.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Tukang Servis Spesialis

Tukang Servis Spesialis

pluk. Suara petikan buah kopi yang jatuh ke dalam keranjang bambu mendadak berpadu dengan suara lain. Satu, dua, hingga beberapa rintik air dingin berukuran cukup besar tiba-tiba jatuh mengenai daun-daun kopi dan membasahi kening Dayat. Dayat menengadah ke atas, melihat celah langit di antara rimbunnya dedaunan yang perlahan mulai menggelap. "Eh, Jeng... hujan ya?"
1065.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA

Aku akan membujuknya sekali lagi. Secangkir kopi dan kudapan terhidang di meja, aku menyesap nikmat minuman menenangkan itu. Hujan deras disertai petir menyambar-nyambar di luar sana, aku bersyukur berteduh sebentar di sini. “Gimana rasanya diomelin Mama?” Kiara muncul dari balik tembok, nada bertanyanya mengejekku.
5.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 205 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
A Few Years Later

A Few Years Later

Mulutnya mendesah, hujan di Jakarta tak jauh berbeda dengan hujan di Denpasar. Hujan baginya adalah penantian tak berujung. Seperti serbuk-serbuk magis yang saat ini tengah mendekap bumi dengan suara bergemuruh. Petrikor dan kopi hitam hambar di kursi ruang tunggu menyempurnakan diamnya, melanjutkan penantiannya, menyudahi aksi menunggunya yang hampir melewati ambang batas.
4.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

Yes, I did it! Tak lama, beberapa orang mulai datang. Pada saat petang begini, pelangganku biasanya wanita dan pria kantoran yang baru pulang. Meskipun tak jarang, ada beberapa anak sekolah. Well, pilihan yang tepat menikmati secangkir kopi dikalah cuaca begini. Aku melihat ke luar, hujan mulai turun kembali. Sepertinya Sang hujan masih belum puas bermain-main di bumi. Biarkanlah, hujan itu pembawa rezeki bukan?
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Gaun Pengantin Untuk Maduku

Gaun Pengantin Untuk Maduku

Kunci motor aku lempar pada Pak Satpam yang sedang minum kopi di teras butik. "Ashiap, Mbak." Pak Satpam meninggalkan segelas kopi yang masih mengeluarkan asap panas. Ia mengambil kunci motorku yang jatuh ke lantai. Rintik hujan yang mulai turun sebelum senja menyapa, membuat udara malam semakin dingin. Cuaca dingin seperti malam ini sangat cocok untuk menikmati sesuatu yang panas. Seperti kopi kenangan yang memiliki arti kepastian.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Me and My Destiny

Me and My Destiny

“Ok Sayang“ Balas Teguh singkat. Sore hari yang mendung, angin mulai bertiup menandakan sebentar lagi hujan akan turun. Kia meminum es cokelat favoritnya yang entah kenapa sore ini terasa pahit di lidahnya. Tak lama kekasihnya datang dengan sumringah. Kia menggeser gelas berisi Iced Coffee Latte favorit kekasihnya itu sambil tersenyum.
9.918.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status