Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua

“Mungkin hujan ingin kita bertemu.” Sekar menunduk, tapi dalam dadanya, ada sesuatu yang aneh — detak jantungnya tidak biasa. Entah karena hujan, atau karena kalimat sederhana yang baru saja ia dengar. Hari itu, mereka berdua berakhir duduk di tangga perpustakaan, berbagi payung dan dua cangkir kopi dari mesin otomatis.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Warung Kopi Dunia Bawah

Warung Kopi Dunia Bawah

Cermin di pojok mulai menampilkan bayangan yang tak sinkron dengan realita. Dimas menyeduh biji “Harapan Dalam Hujan” — kopi yang hanya bisa diseduh saat seseorang berani mengakui kekalahannya, tapi tetap mau mencoba. Saat kopi dituangkan, warna cairannya bukan hitam. Tapi biru lembut. --- “Minumlah,” kata Dimas. Pelintas itu menatapnya, lalu meminum dalam diam. Seketika... warung bergetar.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Diamnya Istriku Usai Tahu Aku Selingkuh

Diamnya Istriku Usai Tahu Aku Selingkuh

Bagaimana bisa ia berdamai dengan pelakor sepertiku? Oke aku akan mencoba untuk membuktikannya. Akankah aku jauh lebih tenang dengan membalas perlakuan kasar suamiku pagi tadi? Aku mulai membuatkan kopi instan yang ada di dapur. Aku tidak tahu banyak tentang kopi, tapi aku selalu membuat kopi instan yang ada di dapur. “Diminum Mas!” Kebetulan cuaca di luar juga sedang hujan. Kopi panas dan zuppa soup yang saat itu masih hangat. Kebetulan baru saja sampai tak lama sebelum Syahru datang.
10106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.6K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Desember sendu, hujan mengguyur di luar sana, aku tengah menyesap secangkir kopi, cairan hitam terfav buatan calon istri. Ya, masih calon, sebutan itu akan segera berganti.
1060.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Kasih Abadi

Kasih Abadi

Sore hari ini hujan kembali mengunjungi bumi Heran bahkan sudah jatuh berkali kali namun masih saja kembali Untuk sore ini ku harap hujan tinggal sedikit lebih lama Entah kenapa namun aku suka Yah tapi jangan terlalu lama, nanti penduduk bumi murka Oiya hujan kamu tahu tidak tuan diseberang sana? Iya yang menangkup cup kopi ditangannya Kurasa kopi memang minuman kesukaannya Hujan ku mohon bertahanlah sedikit lagi Aku ingin lebih lama memandang tuan di halte bis seberang Ia sedang menatap kendaraan lalu lalang dengan mata lelahnya Bahkan sedetik saja aku melihatnya, otakku sudah mengunci wajah menawannya Ku harap suatu saat mata kami bisa saling menatap
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Pengkhianatan Suamiku

Pengkhianatan Suamiku

Tidak ada yang lebih nikmat, selain meminum kopi di pagi hari ditemani rintik hujan yang membasahi bumi. Semesta sepertinya tahu perasaanku saat ini yang sedang dirundung rasa sakit yang tidak berujung.
9.976.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Pacarku Adalah Mantan Sepupuku

Aku memesan secangkir kopi panas dan duduk di pojok sambil mengambil majalah dari rak. Tak lama kemudian, hujan mulai turun rintik-rintik di luar. Pintu kafe kembali berbunyi, menandakan ada seseorang yang masuk. Orang itu juga mungkin hendak berteduh dari hujan. Aku tetap menunduk sambil asyik membaca majalah. Beberapa saat kemudian, seseorang membawa kopi menghampiri mejaku.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Ayo Menikah, Mas Duda!

Ayo Menikah, Mas Duda!

Menunggu di sofa. Aster menurut, mendaratkan tubuh bagian belakangnya di sebelah Galih. Di sofa itu, dia mengeratkan genggaman pada cangkir hangatnya. Mereka diam sejenak, menikmati aroma kopi dan irama hujan yang mengiringi percakapan tanpa tekanan. "Aku suka hujan," ucap Aster tiba-tiba. "Entah kenapa, dia selalu bikin aku tenang. Kayak semuanya bisa diredam."
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status