Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

DUA CANGKIR KOPI DI SAAT HUJAN BULAN JUNI! "Minumlah!" perintah Gendhis. "Bahkan kau membuat kopi ini dengan rasa dan takaran yang masih sama. Apakah memang rasa itu juga masih sama?" tanya Rio
1014.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 417 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Tampilkan Ulasan (6)
Baca
+Pustaka
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Baca Semua Ulasan
Terpikat Janda Tajir

Terpikat Janda Tajir

Udara semakin syahdu menemani sore yang dingin, membuat orang lebih memilih diam di dalam rumah, dari pada harus terjebak di jalanan yang padat kendaraan dalam keadaan hujan deras. "Mbak, beli kopi satu renceng," ujar seorang ibu berdiri dengan berteduhkan payung, tepat di depan warung klontongan sederhana milik Yasmin. "Eh, iya. Adanya yang ini, gak papa?" tanya Yasmin saat menunjukkan gantungan kopi sachet yang ia tata di sebuah tali panjang. "Iya ga papa. Yang penting ngopi, Mbak. Hujan euy, adem," sahut si ibu sambil menyeringai. Ia menyeka wajahnya yanh sedikit basah karena tetesan air hujan.
9.4138.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Pembalasan si Anak Terbuang

Pembalasan si Anak Terbuang

Aroma kopi dan hujan, perpaduan yang sangat sempurna. Seorang pria yang sudah beranjak semakin dewasa dengan rahang yang semakin kokoh, duduk dengan menyesap kopi hitam dalam diam. Dia menatap pada wanita yang memunggunginya sedang memandang rintik hujan dari kaca jendela setelah membuatkannya secangkir kopi. "Duduklah di sini. Masalah tidak akan selesai jika kamu hanya memandangi hujan seperti itu," ucapnya lembut.
10298.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Suami Dadakanku Ternyata Milyader

Suami Dadakanku Ternyata Milyader

tutur Cakra dengan kaos yang basah oleh air hujan kepada kliennya. "Ohh ... nggak perlu sungkan, Mas Cakra. Saya paham kok memang hujan begini, jangan dipaksa. Saya harap kelak taman samping rumah ini akan nampak sedap dipandang, terutama ketika family gathering atau ada acara kumpul bersama teman-teman. Ya sudah, diminum dulu kopinya. Nanti silakan pulang saja kalau agak reda hujannya!" jawab Nyonya Zemi Rania ramah sembari mempersilakan para tukang kebun menikmati kopi panas dan kudapan buatan koki rumahnya.
1034.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Tampilkan Ulasan (23)
Baca
+Pustaka
Quen Riema
ibu tiri yang jahat,dan adik tiri yg lucnak.! ibu tiri yg tdak mau mnyrahkan hak isya, eh si Alice mncuri karya isya. kok bisa sich ayah isya dulu nikah sma kumpulan betina jahat itu. tpi klian tdak tau siapa suami isya yg kalian hina itu, dia harvey si millyader, yakin dech klo klian tau psti shok
wieanton
baru baca bab 2 aja udah seru nih. ini yg dinamakan nasib malang atau beruntung udah ada yg mengatur, saat Isyana Prameswari terkhianati,... dia malah kenal sm Harvey, terjadilah perjanjian saling untung. gk tanggung2 lho semiliar/bln .... Isyana orkay, tp dia butuh jg suami buat ambil aset2 warisan.
Baca Semua Ulasan
HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

HANYA SUAMI DI ATAS KERTAS

Hanya memakai daster kelonggaran saja tidak juga mengurangi kecantikan mantan pacar masa sekolah kami dulu. "Mas, dijawab. Buatin kopi ya?" Tanya Siska sekali lagi. Aku hanya bisa mengangguk tanda setuju. Mata ini juga sudah sangat berat dan membutuhkan istirahat. Mungkin dengan meminum secangkir kopi bisa membuat mata ini jadi segar kembali. Diluar hujan belum juga berhenti. Aku merasa kasihan melihat Siska hidup seperti ini. Pasti dia sangat kesepian tanpa kawan untuk mengobrol.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Ketika Hujan Tak Lagi Reda

Basah kuyup. Hati Juan seolah digenggam oleh tangan hangat. Sesak, nyeri, dan penuh haru hingga air matanya hampir jatuh. Dia segera menghentikan mobil. Bahkan tanpa sempat mengambil payung, dia mendorong pintu mobil dan berlari menerjang hujan dingin. Air hujan langsung membasahi seluruh tubuhnya, tetapi dia tidak peduli. Di matanya hanya ada sosok itu.
2.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Grow Up Love

Grow Up Love

Semenjak pandemi, ibu jadi rajin koleksi tanaman. Ke luar dari tempat wisata, Tian mengajakku mampir minum kopi sambil menunggu hujan reda. Hujan masih turun cukup lebat. Di dalam coffee shop, aku bersama Tian mendengar live acoustic. Tian memperhatikan permainan gitar. Melodi yang terdengar membuat pengunjung larut dalam suasana. Diiringi suara hujan yang berpadu dengan suara petikan gitar. "Yan," aku panggil Tian di hadapan.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
MELEPAS BENALU

MELEPAS BENALU

Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, Sekar membuatkan aku kopi hitam yang masih mengepul asapnya lalu duduk disampingku. "Diminum, Mas ..." ucapnya manja seraya menyelipkan anak rambut ditelinga. "Iya ... makasih," sahutku. "Sekar mau ganti baju dulu ya, nanti Sekar temani," bisiknya ditelinga, membuat bulu kudukku meremang seketika. Suara kilat bersahut-sahutan, tak lama hujan turun dengan derasnya. Sekar berlari kearahku, lalu meringsek kedalam pelukkanku.
9.4197.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Dikejar Lagi Oleh Suamiku

Dikejar Lagi Oleh Suamiku

Mahira tak ingin merepotkan Arya yang sudah membelikannya kopi. "Tidak usah, Dok. Saya dapat kupon pembelian. Daripada mubazir. Benar tidak?" Arya menyahut sembari duduk di sofa panjang dekat jendela. Mereka diam sejenak menikmati hangatnya kopi sembari melihat hujan dari dalam lobby. Beberapa pengunjung rumah sakit belarian menghindari terpaan angin. "Tak seperti biasanya hujan sederas ini," ucap Arya tetap memandang air yang turun dari langit.
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Married to My Anemy

Married to My Anemy

Tanya Zain. "Kopi deh," Jawab Diandra. "Terus.. Cakenya apa?" "Keju Zain," jawab Diandra. "Oke.. Tunggu bentar ya. Aku pesen dulu," ucap Zain. "Hmm.." Sembari menunggu Zain memesan, Diandra melihat rintik hujan yang terlihat dari dinding kaca cafe. Hujan gerimis baru saja turun, orang orang yang berada di luar pun segera mempercepat langkah mereka. Beberapa diantaranya juga mampir ke cafe untuk berteduh.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai secangkir kopi saat hujan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status