Ranjang Panas CEO
Seketika terdengar bunyi guntur di langit, awan mendung yang sudah sejak tadi menemani perjalanan Freya saat keluar dari perusahaan itu pun, mulai menjatuhkan rintik air hujan, membuat Freya merasakan penderitaanya benar-benar lengkap sudah.
"Apa kau sedang bermain-main denganku tuhan?? Kau bahkan benar-benar membuat penderitaanku hari ini selengkap ini?" Freya pun mencari tempat berlindung dari hujan dan memilih masuk ke sebuah kedai kopi kecil untuk sekedar berteduh, sambil memesan segelas kopi dan menghangatkan badanya yang basah karena gerimis.
"Mbak, coffee latte panas satu ya." Freya pun memesan segelas kopi, dan menunggu pesananya sambil duduk di kursi pojokan kedai itu.