Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Anak Selingkuhan itu....

Anak Selingkuhan itu....

melirik sahabat nya " gue mau soto nya aja. gue bawain ini buat loe. gue makan tar ma laki gue." jawab ida " da, emang loe sehari berapa kali tuh kuda kudaan ma laki loe?" sisil mengedipkan sebelah mata " minimal 3 kali......" ida tersipu malu " gila tuh laki udah om om masih gacor aja!" sisil setengah berteriak
828 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Cinta Berbalut Dendam

Cinta Berbalut Dendam

pake emoji senyum. “Secepatnya yaaa…!” Radin kemudian menulis lagi nanti di sambung lagi, karena dia kini sedang melihat pembangunan Mushalla yang makin mendekati selesai dan kini terlihat bagus dan lebih luas dari sebelumnya.
1012.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
SEDIKIT LAGI, SAYANG!

SEDIKIT LAGI, SAYANG!

​“Kamu kan tahu sendiri Sayang... aku nggak pernah bisa cuma satu kali...” bisik Nathan serak. Ia terus mengecupi leher jenjang Cindy, sementara jemarinya tidak berhenti memberikan rangsangan dengan ritme yang semakin cepat dan menuntut. ​“Ah... Mas... Um... Mas... Ah....”
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 483 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ia menyelonjorkan kaki yang terasa mau lepas dari tempatnya. Rendy ikut duduk bersila di samping Sasya seraya menyodorkan sebotol air mineral kepada Sasya. "Nih, minum. Lo pasti haus." Sasya mengambil kasar botol itu. Ia membaca Bismillah. Lalu, meneguk air minum itu sebanyak tiga kali. Kemudian, ia mengusap pelan air minum yang bercecer di sudut bibirnya.
107.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 222 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Aroma kopi Varel yang seolah masih tertinggal di udara kemarin kini terasa menyesakkan. “Aku bukan wanita miskin, juga bukan wanita bodoh apalagi wanita yang buruk rupa, bukan aku, sakit ini akan menghilang dengan sendirinya, sedih ini hanya sebentar !” serunya menyemangati diri sendiri, kemudian membuang napas kasar, dan tersenyum walau tampak sangat di paksakan.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Diam-Diam Menikmati

Diam-Diam Menikmati

"Serius? Lima ribu dolar untuk sebotol wine? Itu gila!" Maci tertawa melihat reaksi Luna. Namun, saat gadis itu meminta lagi segelas penuh, Maci langsung menggeleng. "Cukup sedikit saja, Luna. Ini pertama kalinya kau mencoba. Kalau terlalu banyak, kau bisa mabuk."
9.9116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
SELINGKUH

SELINGKUH

Bibir mereka bertaut, tangan Sheila membelai kulit Romero di balik kemejanya. Tidak ada erangan-erangan, mereka melakukan seks dengan cara yang sangat lembut dan perlahan. Tidak terburu-buru, tetapi Sheila merasakan jika dirinya sangat menikmatinya. Begitu juga Romero, ini mungkin satu-satunya seks dengan gaya teramat pelan yang pernah dilakukan seumur hidupnya. Tetapi, ia mendapatkan kepuasan tersendiri. "Sheila," bisik Romero seraya bibirnya berpindah ke leher Sheila.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 606 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Mendadak Kembar

Mendadak Kembar

'Mas Adrian' kata Melati sambil menangis di atas tempat tidur. Adrian duduk di tempat tidur Melati lalu mendekatkan tubuhnya di samping Melati, kemudian mencium bibir Melati dengan begitu lembut, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menjadi penuh gairah, Melati kian lincah mengulum lidah Adrian. Desahan dan erangan Melati semakin membuat Adrian kian bergairah, tangannya kini sibuk merangsak masuk menjelajahi setiap bagian tubuh Melati.
105.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Benci Menjadi Cinta

Benci Menjadi Cinta

Dewi : Sintaaaaa Sinta : iya Dew kenapa, mau sekarang mainnya ? Dewi : yu sekarang gua udah gabut banget nih di rumah sendiri Sinta : oke deh gua siap-siap dulu ya Dew sama mandi juga Dewi : gua juga mau mandi dulu Sin, oh iya nanti lu ke rumah gua aja kosong ini di rumah gua Sinta : siap nanti gua langsung ke rumah lu abis mandi, iya udah gua mau mandi dulu ya biar ngga kesorean
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

“Lebih ringan.” Dika mengangguk pelan. Seperti mulai mengerti. — Hari-hari terus berjalan. Perubahan-perubahan kecil mulai terlihat. Kadang ada yang datang cuma sebentar, duduk, lalu pergi tanpa meninggalkan apa-apa. Kadang ada yang menulis banyak, lalu tidak pernah kembali. Kadang juga ada yang hanya berdiri lama di depan papan, seperti sedang mencari sesuatu.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status