Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS

MENDADAK DINIKAHI BIG BOSS

Deg deg deg Hola MyRe. Semoga suka dengan part ini yah. Satu bab dulu yah … besok atau besoknya CaCi usahakan untuk up lebih banyak. Yang mudik pulang, hati-hati yah. Jaga kesehatan dan Semagat!! I* Author: @deasta18
9.9338.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.2K kali sebagai sedikit demi sedikit
Tampilkan Ulasan (54)
Baca
+Pustaka
CacaCici
Holla, MyRe!! Yuhu ... novel baru kita sudah rilis loh. Judulnya 'Terlena Kenikmatan Suami Baru, kisah Aeza yang tak punya pilihan dengan mengandung benih dari pria lain. Ceritanya seru abis lih, MyRe. Yuk, mampir dan ramaikan novel baru kita.(⁠✿⁠^⁠‿⁠^⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
Nama Pena Anar
Izin promo kak🫰🏻 Novel Panas tentang Petarung Jalanan yang menaklukan Nyonya Besar! Judul ... Suami Pengganti: Petarung Jalanan di Ranjang Nyonya Besar btw bagus ceritanya toor...🫶🏻🫶🏻 keren!!🫰🏻
Baca Semua Ulasan
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Seperti burung kakatua yang suka manggut-manggut, tetapi ini dengan sopan dan penuh rasa hormat. Naning seperti dihembusi angin segar, saat dapat tanggapan sesantun itu. Mulutnya berkoar lagi, seperti kebiasaan bila menjajakan batik di tokonya. "Ganis tuh, sangat mudah tidur. Tetapi sampai sekarang, ibu belum menemukan bagaimana cara membangunkannya, karena susah sekali."
1050.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

GRRRRRRRRRRRR GRRRRRRRRRRRR Sima tampak marah ketika dia menginjak Kaliki dengan salah satu kakinya, bahkan dia sengaja mengeluarkan kuku-kukunya yang sangat tajam dan membuat Kaliki kesakitan karena kukunya tersebut menembus kulit kerasnya secara perlahan. ROAAARRRRRRR “Maneh nyebut ieu teu adil Kaliki? (Kamu bilang ini tidak adil Kaliki? )” “Maneh nyebut ieu teu adil? (Kamu bilang ini tidak adil? )”
9.8683.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 17.8K kali sebagai sedikit demi sedikit
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

Terperangkap Dalam Gairah Dosen Muda

“Ohhh… God…” Callista melengkung, mencengkeram sofa. “Kamu dalem banget… ahh—Adrian…” Gerakan mereka mulai ritmis. Lambat di awal, penuh tekanan dan rasa. Setiap tarikan dan dorongan membuat Callista mendesah lebih keras, lebih liar. “Ahh… iya… kayak gitu… lebih keras, Adrian…!” Adrian mengecup bibirnya. “Kamu suka?”
1015.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 488 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang

Short, padat, dan tanpa emoji. Keiron ||| "Sudah. Jangan lupa makan." Salsa menggigit bibir bawahnya. Ia mengetik lagi, mencoba memancing sisi romantis suaminya yang sempat muncul beberapa hari lalu. Sisi kekanakan Salsa bergejolak; ia ingin merasakan bagaimana rasanya dikejar, dimanja, dan dikirimi kata-kata manis seperti layaknya orang berpacaran.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

tanya Sinta becanda nakal. "Justru dia akan senang jika kau bermain dengannya," jawab Damar semakin mendekatkan tubuhnya ke tepi tempat tidur. Sinta bangun dengan perlahan. Tubuh tak mengenakan sehelai benang bergerak sensual ke tepi tempat tidur. "Aghhh,,," Damar menggeram ketika jari jemari Sinta mengelus lembut rudal panjangnya. "Ssshhh,,,."
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
CINTAKU SEBATAS MATERAI

CINTAKU SEBATAS MATERAI

Rania pun pulang ke rumahnya dalam perjalanan pulang Rania selalu mengucapkan syukur pada Allah karena mendapat rezki berupa sembako karena beras di rumahnya sudah habis. Rania mempercepat langkah jalannya agar cepat sampai di rumah dan memasak nasi buat makan siang ibu dan adiknya. Tak lama kemudian Rania pun sampai di rumahnya. Dan Rania pun tiba di rumahnya dia langsung membuka pintu rumahnya lalu mengucapkan salam. "Assalamualaikum ibu," salam Rania. "Wa'alaikumsalam nak", jawab ibunya di atas tempat tidur.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

jelas Dimas. "Sok tau! Dinda, bisa jalan. Turunin!" pinta Dinda sambil sedikit bergerak agar Dimas segera menurunkan dirinya. "Mau, Mas lepas?" "Pelan-pelan!" "Sekali, dua kali, tiga kali menurut kenapa?" "Itu namanya setiap hari nurut!" gerutu Dinda. "Itu baru benar," kata Dimas sambil tersenyum. Ting!
10115.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
PELAN SEDIKIT, TUAN

PELAN SEDIKIT, TUAN

“Iya. Namanya hidup..” “Maaf, jika saya lancang. Kalau kamu tidak ingin membicarakannya, tidak apa-apa,” ucapnya pelan. Zavira mengangguk lagi. Kali ini lebih cepat. Setelah beberapa suap terakhir, ia meletakkan mangkuk perlahan. Sagara langsung mengambil gelas air dan menyodorkannya. “Minum dulu.”
9.845.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Bergetar begitu hebat hingga tidak sanggup menggenggam apa pun. Perlahan dia menoleh. Di balik kacamatanya, kedua matanya memerah. "Dia ... sudah meninggal." Hanya tiga kata. Namun, tiga kata itu bagai tiga paku yang menghunjam ke dalam keheningan ruang bawah tanah. Kak Dimas tiba-tiba mundur selangkah. Punggungnya menghantam kusen pintu. "Apa yang barusan kau bilang?"
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai sedikit demi sedikit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status