Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SENYAWA

SENYAWA

tanya Varo penuh selidik, matanya pun ia picingkan demi melihat gerak gerik Meera dari pantulan pintu lift. “Ada laki-laki yang akan ta’aruf denganku, Var,” ucap Meera lirih. Varo menajamkan pendengarannya, kemudian bertanya sekali lagi, “Apa?” “Ada yang akan ta’aruf denganku, Varo,” ucap Meera sebiasa mungkin, walaupun kali ini degup jantungnya bekerja berkali-kali lipat karena Varo tengah menatapnya setelah ia menjawab pertanyaan Varo baru saja.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 70 Times as seeing
Read
+Library
Love

Love

Bersambung. Please koment ya.... 😊😊😊😊
1015.1K viewsCompletedAdded to Library 529 Times as seeing
Read
+Library
Another Eye

Another Eye

Derl yang baru menyadari kalau Vinz pun sudah bisa melihat wujudnya, berkedip beberapa kali. "Kau bisa melihatku?" Tanya demon cilik itu sembari menunjuk wajahnya sendiri. Vinz mengangguk cepat. "S-sejak kapan kau berada disitu?!" Vinz kembali menyergah. Matanya yang bulat semakin membulat dengan rambut keritingnya yang basah karena keringat. Martha dan Dory beralih memperhatikan mereka.
105.0K viewsOngoingAdded to Library 198 Times as seeing
Read
+Library
Why

Why

'Kembalilah Aina, kumohon,' gumam Jaden dengan keputusasaan. Jaden terus berusaha menekan dada Aina, sedangkan di alam bawah sadar Aina. Ia melihat sepasang seseorang yang tengah memadu kasih, Aina ingin melihat dengan jelas siapa kedua orang itu. Anehnya, saat ia mendekat dan ingin melihat dari dekat kemesraan kedua orang itu yang tiba-tiba membuat hatinya sakit. Entah mengapa tanpa ia sadar membuat air matanya meneteskan, ketika ia ingin menjerit dan meluapkan rasa sesak di dadanya. Detik itu juga ia mendengar suara yang ia kenal semakin membuatnya sakit hati.
1014.6K viewsCompletedAdded to Library 334 Times as seeing
Read
+Library
Choice

Choice

Suara riuh menyadarkannya. Tim Sukses Reihan berebut melihat hasil bidikan kamera. Mereka tersipu malu. Maya tak percaya melihat video di kamera. Gerakan Reihan begitu cepat. Bahkan pria itu masih sempat memberikan tanda V dengan jari-jemarinya dan tersenyum. “Nyebelin, nggak mau ngalah.” Maya menepuk bahu Reihan. “Maaf, deh, tante tersayangnya anak-anak.” Reihan menjawil ujung hidung Maya.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as seeing
Read
+Library
YOU

YOU

Tak ingin merusak suasana, dia segera turun. Sean menarik nafas panjang, menutup kelopak matanya sejenak lalu membukanya kembali. Langsung saja tatapannya terjatuh pada sebuah titik putih yang berdiri ditengah kerumunan. Kesya, berdiri melempar senyum hangat kearahnya. Seakan tersihir, Sean terhanyut dalam pesona kerinduan.
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 396 Times as seeing
Read
+Library
Mate

Mate

Mas Wira menatapku yang sedang mendongak. “Teduh?” tanya Mas Wira masih menatapku. Aku mengangguk. Jelas saja teduh. Postur tubuh Mas Wira yang tinggi dan berukuran lebih dari dua kali lipat dariku tentu saja melindungi tubuh mungilku dari pantulan sinar matahari. Cekrek! Hafiz memotret kami berdua yang masih saling menatap satu sama lain. “Memang kita nggak perlu mengeluh atas fisik kita, karena percayalah akan ada yang sangat berterima kasih atas lahirnya kita seperti ini.”
103.8K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as seeing
Read
+Library
ALASKA

ALASKA

lirih Zoy seraya menatap dengan seksama sekeliling meyakinkan dimana keberadaan Yesa saat ini. "Itu tuh, tuh yang di seberang lo pada liat gak?" tukas Zoy seraya menunjukkan dari dalam mobil, lalu Alaska dan Azka dengan antusias menatap keluar jendela dan melihat segerombolan motor gede tengah berdiri disana. Alaska tersentak diam. Sesuatu terasa menyesakkan dadanya, saat melihat wanita yang ia cintai tengah berpeluk mesra dengan pria yang waktu itu mengantarkannya ke kampus dengan mobil hitam.
104.2K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as seeing
Read
+Library
Sweet Revenge

Sweet Revenge

Gadis itu keluar melihat pengendara yang ditabraknya. "Kamu tidak apa-apa?" tanyanya kuatir membantu pengendara itu berdiri. Pengendara yang memakai helem itu melihat ke arah gadis yang menabraknya. Pandangan mereka bertemu, "cantik," desisnya membuat Stela melihat ke arah belakang. Siapa tahu, ada perempuan lain yang berada di belakangnya. "Maaf, anda tidak apa-apa?" tanya Stelah sedikit kuatir. Dia takut pria yang ditabraknya itu memiliki gangguang jiwa.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as seeing
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status