Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Bagus tertegun dengan wajah murung. "Aku ingin kamu berhasil menghancurkan si iblis jahanam itu, non Alena. Tolong balaskan dendamku padanya! Cuma kamu yang bisa melakukan semua itu," Rina berkata kepada Alena setelah di bebaskan daei Racun yang bersarang di dadanya. "Jangan menyimpan dendam begitu, nanti sepanjang hidupmu akan tersiksa oleh dendam itu sendiri." Alena menjawab bijaksana.
1035.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

lanjutnya berhasil membuat Rana sontak memejamkan mata. Memaksa otak Rana yang sudah berantakan dengan urusan pekerjaan harus bekerja ekstra, harus berpikir lagi untuk mencari sejuta alasan yang sekiranya rasional dalam waktu singkat, "ah, oke oke. Aku jujur, aku punya dendam sama Kak Jess setelah kejadian di rumah orang tua kami," ucap Rana sambil membuka matanya perlahan dan menggeleng sedikit, membuat bahasa tubuh palsu demi menciptakan kepercayaan yang sedang Rana cari dan butuhkan, "dia pura-pura jatuh seolah aku dorong, nangis depan bunda setelah marah-marah. Enggak cuma karena itu aku dendam, tapi banyak hal. Dari omongan dia ke orang tua biar aku enggak dipedulikan, sikap dia yang be
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
DENDAM

DENDAM

Dendam Part4 Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Mamah kembali sadar, namun Mamah teramat membuat aku dan Papah semakin khawatir. Mamah terus meracau dan menyebut-nyebut nama Alena, perasaan hati ini semakin tidak karuan. "Alena ..., Alena, jangan tinggalkan Mamah, Nak. Jangan ..., Mamah tidak kuat, tidak kuat jika harus kehilangan kamu, Nak."
1024.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 714 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Senja Pertama

Senja Pertama

Nana hanya sasaran balas dendam Sendanu akibat perginya Dara. Baru sekali ini Nana mendengar nama Dara disebut. Ia kira semua perkataan Danang dan Monic salah, nyatanya Nana lah yang dibutakan oleh cintanya sendiri. Berkali-kali Danang sudah memperingatkan kalau Sendanu tak sebaik perkiraan Nana. Dan itu benar, Sendanu menunjukkan wajah aslinya hari ini. Dia bahkan ingin Nana menyusul Dara. Hati Nana sungguh terasa sakit. Retak lagi untuk yang kedua kalinya. Sangat menyakitkan karena Nana mengakui dia sudah jatuh cinta kepada Sendanu meski dengan perlakuan Sendanu yang tak begitu baik sebelumnya. Jika memang yang diinginkan Sendanu adalah nyawa Nana, maka Nana akan memberikannya untuk menebu
7.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Dendam Istri Cupu CEO

Dendam Istri Cupu CEO

" Gadis norak itu melangkah ke ranjang dan menyibakkan selimut. Tampak ada noda darah di sana. "Lihat itu, mas. Tadi malam kau sudah merenggut apa yang sudah aku jaga selama ini." Rena menghampiriku dan mencoba untuk menyentuh pundakku. Cepat kutepis tangannya dengan gerakan bahu. Entah kenapa aku tidak bisa menyukainya. Dia tidak terlalu jelek. Cuma entah kenapa penampilannya itu yang membuatku jijik. "Jangan kau pikir setelah kejadian tadi malam, aku bisa mencintaimu? Jangan mimpi!"
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

UNREQUITED LOVE (INDONESIA)

PANGGILAN DARI KAMPUSPagi yang indah ketika dunia menampakkan senyum indahnya. Rania sudah bangun sejak subuh tadi dan melanjutkan tulisannya di beberapa platform penulisan. Sesekali matanya menyipit lalu kadang melebar, seperti pusaran cinta yang kadang naik dan kadang turun. Rania mengikuti alur cerita yang ia buat dengan ekspresi wajahnya.Ia terkejut melihat handphonenya menyala, sebaris nama muncul disana. Nama yang selalu membuatnya tersenyum, menghadirkan inspirasi dalam tiap episode-episode novelnya. Nama itu yang menghadirkan letupan dalam hatinya. Nama itu juga yang membuatnya berpikir hal lain tentang sebuah dendam. Bahwa dirinya harus berhasil terlebih dahulu maka hal itu adalah p
108.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Istri Pilihan Untuk CEO Arogan

Istri Pilihan Untuk CEO Arogan

Ia mencoba untuk memberikan semangat pada Ayana yang sangat lemah. “Kamu mau balas dendam ke Adira?” tanya Rissa dengan menatap kedua manik sendu Ayana dengan tegas. Ayana membalas tatapan Rissa. Napasnya seketika memburu setelah mendengar perkataan Rissa. “Gimana caranya?” tanya Ayana semangat. Rissa diam, ia tersenyum lebar kearah Ayana yang sedihnya perlahan mulai menghilang.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Terbelenggu Dendam

Terbelenggu Dendam

Sungguh nasib terasa begitu kejam terhadapnya, Maya yang pernah menadi poros dunianya selama bertahun tahun, menjadi sumber kebahagiaanya, begitu pun Dimas yang selalu menjadi dahabat bahkan saudara yang selalu ada di setiap cerita suka dan dukanya itu, ternyata mereka berdua lah yang ternyata akhirnya menghancurkan duanianya menjadi berkeping-keping dan meyisakan sakit dan dendam yang yang tak pernah pernah padam dalam hatinya. Pernah bersama dan pernah menghabiskan hal dengan manis membuat kata 'pernah' seolah menjadi pengingat kalau dia dan dirinya tak lagi bersama. Ketika harus menerima kenyataan jika dirinya ditinggalkan oleh orang yang di sayanginya, memang Arya tak pernah siap, kata s
104.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Putrimu Membalaskan Dendamku

Putrimu Membalaskan Dendamku

tiba-tiba Rendi muncul dari dapur sambil membawa sepiring buah berwarna merah. "Apa itu, Ren?" mataku menyipit ke arahnya. "Buah naga, Kak! Tadi aku nggak sengaja nemu bungkusan di depan rumah. Pas aku buka eh, isinya buah naga." Tangannya sibuk memotong buah itu dengan garpu lalu bersiap menyuapkannya pada Aruna. "Kayaknya penjual buah yang biasanya nganter buah itu sih, Kak! Mungkin dia buru-buru jadi nggak sempet nungguin kita." jelas Rendi.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai sejumput dendam rana
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status