Sekretarisku Jilbaber
Pagi ini kami sarapan bersama di ruang makan, Pak Danu menanyakan prihal aku yang masih menjadi sekretaris Mas Damar.
“Damar, menurut Papa, apa sebaiknya kamu cari sekretaris lain saja, kasian Nisa terlalu banyak beban pekerjaan yang harus dia selesaikan,” ucap Pak Danu seraya menyeruput kopi hangat.
“Iya sih Pa, saya sudah mengusulkan ke bagian HRD untuk merekrut sekretaris baru, tapi ... “ Mas Damar menggantung ucapannya. Semua orang menatap Mas Damar.