Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Maksud saya cuma kumpul-kumpul main gitu atau apa? From : Bapak Abian YTH. Gak cuma kumpul, kumpul kita punya agenda yang perlu dibahas. Kalo kamu mau join besok saya kenalkan ke mereka. To : Bapak Abian YTH. Emang gak papa Pak? Saya malu ketemu orang asing jadi pasti diem aja disana From : Bapak Abian YTH. Harusnya lebih malu pas ketemu saya gak sih?
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 199 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

Ada kotak sushi premium dengan penataan yang artistik, sup miso hangat, dan bahkan sebotol kecil sake non-alkohol. "Saya tidak minum alkohol," tolak Mela dingin. Sorot matanya Mela tetap tajam dan menusuk. Ia memang sama sekali tidak berminat menyentuh makanan ataupun minuman yang dibawa Damar. Ide berbagi hidangan dengan pria yang mungkin terlibat dalam kematian Haris terasa menjijikkan. Mela tidak bergerak dari kursinya untuk menjaga jarak fisik dan emosional dari Damar.
856 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Sekuntum Rindu

Sekuntum Rindu

Di suatu sore, di sebuah kawasan perumahan mewah di Bukit Kendal Asri suasana nampak tenang dan nyaman. Dari balkon rumah Pak Abdi pemandangan sungguh nampak elok, dimana Gunung Ungaran, Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Andong terpapar dengan jelas. Nando yang sedang menghadap kopi panas dan kue coklat kesukaannya tengah berbincang dengan Ibu dan Ayahnya. Di sekitar tempatnya duduk terdapat susunan pot yang berisi bunga matahari. Nando tersenyum, 'biarpun aku tak disini selama empat tahun namun bunga ini tetap mekar. Ah! bunga kenangan yang mempesona. Nayla, bunga ini ibarat dirimu, walaupun tidak dalam jangkauan mata namun tetap ada dalam ingatan'. Kopi yang terletak dihadapan pun i
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

“Kakak” “Kakak” “KAKAK” panggil Leo untuk ketiga kalinya sembari menggoyangkan lengan Dania. “Iya kenapa?” “Leo mau serang Dinosaurusnya, kakak kok malah bengong sih?” protes anak itu. Dania menggaruk kepalanya, “Ah... Iya, maaf maaf hehe.” jawabnya cengengesan. Bibir Leo mengerucut, menampakkan ekspresi cemberut karena kakaknya yang sedari tadi bengong sambil menggoyangkan mainan dinosaurus yang dipegangnya dengan asal.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Hanya menggunakan sebilah bambu panjang. "Dadaaaah Kak Devi!" seru Dara riang. Gadis itu tak henti-hentinya mengumbar senyum begitu menaiki wisata yang sebelumnya hanya ia liat di televisi. Tak berselang lama setelah lanting keluarga mas Adry berangkat, lelaki itu kemudian datang. "Mana Ayah, Ibu dan Dara?" Aku menunjuk tiga orang yang duduk sambil berpegangan erat di atas lanting yang kian menjauh itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
KUNJUNGAN MENANTU

KUNJUNGAN MENANTU

Aldi sekuat tenaga menggelengkan kepala dan melambaikan tangan, menunjukkan bahwa dia tidak tahu apa yang dibicarakan Claudia. Dan Claudia yang ada disamping mengetik beberapa kata " Ceoat keluarkan kalung temanku, kalau tidak aku akan lapor pilisi " Ternyata kalung Feli hilang, mendengar dua kata lapor polisi Aldi terkejut setengah mati, tapu dia venar tidak tahu kalung apa yang di maksud.
8.56.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 227 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
ISTRI SEMPURNAKU

ISTRI SEMPURNAKU

Dia bisa tersenyum malu-malu saat mencium tangan Yaqin. Sekarang begitu berbeda suasananya. Tangan wanita beranak tiga itu bergetar dengan sapu tangan tak henti menyusut bulir bening yang menghujani pipi. "Bagaimana para saksi? Sah?" tanya penghulu. "Sah." Semua orang yang hadir dengan kompak mengucapkan kata yang sama. Ibu Marni menggeser duduk ke antara dua pengantin dan memeluk anak menantunya.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
When They Are Summoned To Another Wold To Become Heroes

When They Are Summoned To Another Wold To Become Heroes

"Apakah kalian juga mau pergi ke tempat kumpul?" "Tentu saja." Jawab Haru. Akhirnya Haru dan yang lainnya bergabung dengan yang lainnya. Suasana sore pun semakin lama semakin berakhir sehingga suasana malam pun datang. Tujuan mereka kumpul adalah di rumah Ken. Karena Ken mempunyai dua rumah, dan satu rumahnya tidak di gunakan, Jadinya member DBF menggunakannya sebagai tempat berkumpul.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Pelukan Terlarang

Pelukan Terlarang

Hana menunduk, pura-pura sibuk menarik kursi. Acara makan malam dimulai dengan obrolan bisnis yang serius, entah apa yang mereka bicarakan, Hana tidak terlalu peduli, toh dia tidak mengerti. Ia hanya duduk diam di samping Arga, berusaha setenang mungkin. Tapi setiap kali ia melirik, ia tahu Arga sedang mengawasinya. Matanya yang tajam sesekali melirik, memastikan Hana tidak melakukan hal yang aneh-aneh. Saat seorang pria dengan aksen asing yang kental tiba-tiba mendekat dan berkata, Sekretaris yang cantik, Tuan Arga. Apa dia hanya bekerja di kantor?
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Pemuda itu sedikit gugup. "Apakah gadis itu harus kita libatkan dalam urusan perkumpulan kita, Den? Dia orang luar yang tidak boleh tahu tentang pergerakan kita dalam mencapai cita-cita luhur perkumpulan," cetus Ki Sempana ragu. Karena menurutnya, mereka tidak membutuhkan kehadiran gadis itu. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah Pedang Sulur Naga miliknya.
8.520.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 598 kali sebagai sekumpulan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status