KINASIH
Mariana mengangguk, menatap bangunan yang baru saja mereka tinggalkan, lalu menghela napas.
"Untuk apa disesali, toh semua sudah terjadi. Jika hidup terus dipenuhi penyesalan dan selalu berdiam diri di masa lalu, kapan kita akan bergerak maju? Sedangkan waktu terus berputar tanpa dapat kita kendalikan." Asih tersenyum, lalu membalas pelukan Mariana sebelum mobil melaju pergi.
Di pertengahan jalan, Asih meminta Mariana untuk berhenti di sebuah swalayan. Dia ingin membeli susu dan pampers untuk anaknya, sedangkan Mariana memilih menunggu di mobil.
Hot Chapters