Tukang Pijat Tampan
“Tinggal terusin latihan, nanti juga refleksnya jalan sendiri. Tapi inget, mobil itu bukan cuma alat. Di tangan yang salah, bisa jadi senjata. Jangan pernah nyetir kalau emosi.”
Adit mengangguk, menyerap setiap kata.
Hari itu, untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Adit merasa percaya diri di balik kemudi. Sore pun mulai datang perlahan. Mobil meluncur kembali ke rumah Renata, dengan Adit tetap memegang kendali.
Renata sudah ada di rumah. Ia tersenyum melihat Adit dan Bayu yang baru saja datang.