Dendam Kaisar Surgawi
“Lin Feng, apapun yang terjadi… ingatlah, kau tidak sendiri. Kau masih punya hidup, kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Biar lambat, yang penting terus maju.”
Aku menatapnya, berusaha menelan kata-kata itu dalam hati. Mungkin dia benar. Mungkin aku harus fokus pada apa yang ada di depanku sekarang, dan tidak terus terjebak dalam bayang-bayang masa lalu.
“Terima kasih, Guru Bai,” kataku pelan. Dan untuk pertama kalinya, aku benar-benar merasa bersyukur ada orang seperti dia di dekatku.
Hot Chapters