Tetanggaku Rajin (Minta)
ujar suamiku.
"Ah, Papah. Malu ah ungkit-ungkit itu. Nikmat yang Allah berikan pada keluarga kita sudah sangat banyak, tapi kita masih terlalu cinta sama dunia," ujarku pelan.
"Iya ya, Mah. Kita diberi kesehatan sampai saat ini, itu jauh lebih berharga. Kita kudu lebih bersyukur lagi ya, Mah. Ibadah jangan sampai tinggal, saling mengingatkan, kalau Papah salah dan khilaf, tolong Mamah tegur," ujar suamiku kemudian. Benar, manusia sering lupa bersyukur. Bahkan nikmat terbesar, ketika bangun tidur masih bernafas, kita masih sering lupa mengucap syukur. Astaghfirullah.