SELALU SALAH
Mas Adit memijat tengkukku.
"Perutku mual sekali, Mas,"
Mas Adit meraih gelas, lalu menyodorkan minum kebibirku. Ah, kamu perhatian sekali sih, mas. Hatiku berbunga-bunga.
"Sayang, sekarang kita ke dokter, aku gak mau kamu kenapa-kenapa," Mas Adit terlihat khawatir.
"Tapi aku gak apa-apa,Mas."
"Bawa aja ke dokter, Dit. Istrimu itu lagi hamil, biar anak kalian sehat juga," timpal Mak Ida.
Hot Chapters