Sadena
"Sok muji-muji, nyatanya enggak."
"Apa tadi?!" Selin yang mendengar itu tentu protes. Kedua alisnya menukik tajam.
Sadena menggidikan bahunya. "Gue bilang, lo pendek, cengeng, manja, terus lemot kayak siput. Puas?"
Selin mengerucutkan bibir. Kesal, ia menerobos masuk lebih dulu dan menekuk wajah, ngambek ceritanya.
Hot Chapters