Ketika Mertua Ikut Campur
Padahal kaki ini belum masuk ke dalam rumah.
“Hari ini lumayan sepi, Bu,” jawabku, apa adanya.
“Lho? Kok bisa?”
“Kita masuk dulu, Bu.” Mas Lutfan menyela pembicaraan kami.
Kami melangkah ke dalam rumah dengan raut wajah capek. Meski sepi, justru malah membuat semakin lesu karena tidak banyak uang yang terkumpul. Beda dengan capek karena ramai, hati ini pasti akan tetap merasa bahagia. Lesu pun tak akan menghampiri dan tak akan terasa.