Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

omel Farez. “Ya udahlah gini aja, sekarang kamu harus banyak keluar rumah, banyak bersosialisasi, hidup jangan cuma ke kantor urusan kerjaan, atau dirumah lanjut rebahan.” “Semua butuh usaha, Ga. Jangan males ikhtiar!”
1015.4K viewsOngoingAdded to Library 385 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Skandal Panas Sang CEO

Skandal Panas Sang CEO

“Kalau begitu, aku akan tinggal di rumah saja.” “Tidak bisa seperti itu, Sayang. Kau ingin Baby R menjadi pria pemalas karena melihat Daddy nya selalu di rumah setiap hari dan tidak bekerja?” “Aku bisa bekerja dari rumah. Itu hal yang wajar untuk zaman sekarang.”
10381.0K viewsOngoingAdded to Library 13.7K Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Harga Diri Janda Cari Suami

Harga Diri Janda Cari Suami

ucap Bibi seraya mendekat. Aku memang sangat jarang keluar rumah hanya untuk sekedar main. Selain banyak kerjaan, aku juga malas keluyuran. Lebih baik di rumah, bersama anak-anak dan menyelesaikan semua pekerjaan. "Dita nggak pernah kemana-mana, Bi. Setiap hari cuma di rumah dan kerja. Jadi nggak sempat bawa anak main-main." "Kamu ini! Kerja itu memang penting, tapi jalan-jalan juga penting. Agar pikiran tenang. Buang-buang suntuk kata orang," ucap Bibi seraya memelukku.
102.2K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Ketika Mertua Ikut Campur

Ketika Mertua Ikut Campur

Padahal kaki ini belum masuk ke dalam rumah. “Hari ini lumayan sepi, Bu,” jawabku, apa adanya. “Lho? Kok bisa?” “Kita masuk dulu, Bu.” Mas Lutfan menyela pembicaraan kami. Kami melangkah ke dalam rumah dengan raut wajah capek. Meski sepi, justru malah membuat semakin lesu karena tidak banyak uang yang terkumpul. Beda dengan capek karena ramai, hati ini pasti akan tetap merasa bahagia. Lesu pun tak akan menghampiri dan tak akan terasa.
1013.9K viewsCompletedAdded to Library 291 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Show Reviews (31)
Read
+Library
Eneng Susanti
drama rumah tangga memang selalu bikin gemes sih ... bisa mengaduk-aduk emosi. Apalagi ini tuh penulisannya rapi dan enak dibaca. semangat, kakak thor. Mampir ke cerita aku yuk, walaupun beda gendre tapi sama-sama romance lah ya. judulnya Khair dan Khaira. searching aja ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Suami Idaman

Suami Idaman

“Tumben-tumbenan ngajak keluar malem. Gue pikir lo kesambet.” “Serius. Gue kesepian.” “Lah, emang boleh keluar sama suami lo Jul? Kan biasanya wanita bersuami itu enggak boleh kelayapan malem. Pa-ma-li!” “Kayak mak gue deh.” Decakku sebal. “Si doi lagi lembur. Gue dirumah sendirian. Enggak bisa tidur.” “Yaudaaah….kita kemana sekarang? Gue juga bosen ini. Semenjak Eli hilang ditelan bumi, hidup gue juga jadi anak rumahan aja deh kayaknya.”
1011.2K viewsOngoingAdded to Library 314 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Maaf, Aku Memilih Mundur

Maaf, Aku Memilih Mundur

Begitulah alasanku ketika Devi menanyakan alasan keterlambatanku pulang setiap hari. Namun, keputusan itu hanya membuat hubungan kami semakin renggang dan interaksi kami di rumah juga semakin jarang. Aku mulai merasa tak betah ketika berada di rumah dan lebih merasa nyaman di luar rumah. “Apa Mas harus selalu harus pulang malam? Aku benar-benar kesepian di rumah ini,” gumam Devi sambil mengusap air matanya. Apa dia tak tahu, aku bahkan lebih kesepian darinya. Sudah lelah di tempat kerja, ditambah dengan semua keluh kesahnya yang membuatku tambah pusing.
1028.0K viewsCompletedAdded to Library 952 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Nafkah Nasi Aking

Nafkah Nasi Aking

(POV Pak Willy) Semakin hari fisikku semakin lelah karena kesibukanku di kantor. Ingin rasanya aku beristirahat, menikmati masa tuaku bersama istri. Melihat anak menikah dan kami memiliki cucu. Pasti masa tua kami akan sangat bahagia. Usiaku sudah semakin tua, tapi aku dipaksa untuk tetap produktif oleh keadaan. Hari ini, aku memutuskan untuk tidak pergi ke kantor. Aku duduk di kursi tepi kolam, sambil menikmati secangkir kopi hitam pahit.
1013.8K viewsCompletedAdded to Library 331 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Nasib si Bungsu

Nasib si Bungsu

"Ya sudah, bangun, pergi ke luar, jangan cuma tidur aja. Memangnya uang bisa turun dari langit?" "Bapak ini kenapa sih senang banget marah-marahin si Adi? Pak, dia tuh sudah dewasa, gak pantas di marahin kayak gitu!" tegur Ibu. "Kalau sudah dewasa harusnya bisa mikir, diperhatiin dari kemarin kerjanya cuma tidur, rebahan di kasur, ngurus anak aja enggak!" "Kan Adi kagi nganggur Pak, sabar lah sedikit."
108.5K viewsOngoingAdded to Library 314 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Terperangkap Gairah sang Mantan

Terperangkap Gairah sang Mantan

“Benarkah? Apa menjadi dewasa nanti banyak hal yang membingungkan?” “Jangan berpikir menjadi dewasa. Jadilah anak-anak di usia kamu yang sekarang. Mom tahu kamu pintar. Tapi Mom ingin kamu menikmati waktu selagi kamu masih menjadi anak-anak. Kamu bisa bermain dan belajar. Dewasa bisa kamu rasakan saat sudah waktunya.” Amel mengusap pipi putranya. ~~ Tidak biasanya Amel pergi ke mall. Ia memutuskan untuk pergi ke mall siang hari saat merasa bosan di rumah. Tidak ada yang dilakukannya selain menonto film sembari berbaring di atas ranjang.
9.590.5K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
Gaun Pengantin Untuk Maduku

Gaun Pengantin Untuk Maduku

Akan terasa nyaman untuk memejamkan mata, namun akan terasa malas untuk hanya beranjak sebentar saja. Seolah-olah aku akan lupa waktu, dan lupa segalanya karena kenyamanan yang aku terima. Walau sudah berkeluarga dan memiliki satu keturunan, Ibu tak pernah membandingkan aku dengan Ilana. Kasih sayangnya masih sama seperti yang dulu. Mendadak rasa dilematis menyerangku untuk enggan kembali ke rumah sendiri. Bahkan, untuk hanya sekedar melanjutkan perjalanan ke butik yang jaraknya hanya beberapa kilo pun aku rasanya malas.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 63 Times as semakin dewasa semakin malas keluar rumah
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status