Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cindaku Sang Penguasa

Cindaku Sang Penguasa

katanya lagi. Dilihat-lihat benar juga. Kiara itu berdiri seakan memiliki dua kaki, ada celah lebar di tengah-tengah batang utamanya. Terlihat seperti sebuah gerbang kecil karena posisi akarnya seperti kaki yang mengangkang. "Apa ini yang dimaksud dengan 'Kiara dengkak'?" timpal Sanggapati. Askara masih belum mengerti, dia mengulangi ucapan Sanggapati untuk sekali lagi. "Kiara dengkak?"
1019.7K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 472 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Sepatu

Sepatu

Dengan langkah kaki yang pasti mereka, dengan segera menuju kediaman bus yang akan membawa mereka ke tempat yang bersejarah tersebut. “Azyla, Aliya jangan jauh-jauh dari kami, nanti kita tak bisa bersenda gurau bersama,” ucap Jeysa. “Iya itu benar. Nanti kita tak bisa bercerita bersama, seperti yang kita lakukan di dalam kelas,” tutur Tania. Azyla dan aliya pun memenuhi permintaan kedua sahabat mereka itu.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Kembalinya Istri Kaya sang CEO

Kembalinya Istri Kaya sang CEO

goda Rain. "Berjongkoklah, aku akan naik," balas Ken. Suara gelak tawa keduanya, terdengar di seluruh taman yang sedang mereka lewati. Karen melepas sepatu hak lima sentinya, kakinya terasa sangat pegal. Dia tidak berani menggunakan sepatu berhak lebih tinggi dari itu, sangat beresiko untuk wanita hamil. "Akhirnya, lega juga," ucap Karen.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 370 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Aku Istri yang Tidak Dianggap

Aku Istri yang Tidak Dianggap

kataku antusias, tidak percaya dengan yang kualami ini. Aku turun dari ranjang, mencoba memastikan apakah kaki ku benar-benar sudah sembuh atau belum. Kuangkat kaki ku, kugerakan naik-turun dan berjalan pelan. Berhasil. Kucoba untuk melompat kecil, bisa walaupun sedikit nyeri. Ah, tandanya kaki ku sudah sembuh, aku sudah bisa jalan lagi sekarang.
9.5130.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.4K kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Godaan Mama Muda

Godaan Mama Muda

Radit berdiri di ambang dapur, masih memegang ponsel yang layarnya sudah gelap. Suara Kara yang bernyanyi pelan dari koridor terdengar semakin jelas saat ia keluar dari kamar sambil memakai sepatu sekolah. "Ma, sepatu aku yang pink mana?" tanya Kara sambil melongok ke dapur. "Yang ada gambar kupu-kupunya." Maya berbalik dari wastafel, senyumnya cepat dipasang. "Di rak sepatu depan, Sayang. Ayo, Mama antar sekarang biar nggak telat."
9.8119.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.3K kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Mati Kembar

Mati Kembar

Mungkin untuk yang satu ini masih belum bisa kupecahkan dengan segala misteri di baliknya. Terlebih saat Maya mengajak Andin dan Andita bermain di halaman pada waktu magrib. Itu lah mengapa aku ingin mencari tahu ada apa sebenarnya? Pesan apa yang ingin disampaikan padaku oleh si pemilik kaki mengambang itu? Kala mengingatnya perlahan bulu kudukku meremang dengan sendirinya. Tentu saja, aku masih mempunyai sisi ketakutan dalam diri meski punya mata batin. Akan tetapi terlepas dari kenangan indah maupun kenangan buruk, aku tetap menghargainya. Bukankah di balik cobaan akan ada hikmahnya? Iya, semoga aku bisa mendapatkan hal yang sama.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

JANGAN PAKSA AKU MENIKAH, AKU MASIH MUDA

"Sekarang, coba langkahkan kaki kanan. Perlahan." Shinta menelan ludah. Ia menatap kaki kanannya. Gerak. Ayo gerak. Untuk Alex. Untuk Laut. Untuk diriku sendiri. Ia mengangkat kaki kanan. Gemetar. Sangat gemetar. Ia menggesernya ke depan. Hanya sepuluh sentimeter. Kakinya menyentuh lantai. Napasnya terengah. Keringat mengucur di dahi. Tapi ia tersenyum.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
MAHKOTA PERNIKAHAN YANG TIDAK UTUH

MAHKOTA PERNIKAHAN YANG TIDAK UTUH

Kusuma wati menaiki tangga dengan menghentak hentakkan kakinya. dan terlihat kaget melihat saya memperhatikan dia. “Kusuma, kenapa kaki kamu? Sakit? Mau saya obatin?” Tanya saya sambil berusaha mendekati dia dan mencoba memegang kakinya, ya tentu saja saya sengaja. “Tidak bu, tidak apa apa, hanya agak kesemutan saja. Nanti juga sembuh sendiri.” kata Kusuma Wati dengan gugupnya. dan berusaha menghindari saya.
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Ditalak Di Pelaminan

Ditalak Di Pelaminan

“Sakit, Mas! Pergelangan kaki aku bengkak.” Dengan helaan nafas Arka melirik ke arah pergelangan kaki Damara, namun fokusnya justru teralihkan oleh heels yang sedang dipakai oleh wanita itu, “Oh, pantas saja kamu jatuh. Lain kali tidak usah bergaya untuk memakai heels tinggi lagi, bukankah aku sudah sering mengatakan hal itu?” terangnya sembari membantu Damara untuk berdiri
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Hati yang Tersakiti

Hati yang Tersakiti

tiba-tiba Kiara meringis. “Pasti lecetnya parah ya?” Mata Gian tertuju pada kaki kiri Kiara. “Udah lepas aja heels itu.” Kiara membungkuk dan melepaskan heels yang menyiksa tumitnya selama berjam-jam. Setelah kedua telapak kakinya menapak tanah, rasa lega meliputi dirinya. Dia kapok memakai heels ini lagi.
1038.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai semata kaki
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status