Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jerat Pesona Wanita Panggilan

Jerat Pesona Wanita Panggilan

Sudah seminggu berlalu, tetapi Bellarani masih belum menemukan kembali keberadaan Rinai. Wanita yang berpakaian cukup seksi dengan mini dress berwarna merah menyala tersebut berlenggak lenggok di depan outlet brand favoritnya. Bellarani mengayunkan langkah dengan cepat memasuki pintu kaca tersebut, mengincar tas koleksi terbaru yang telah lama ia idamkan.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Bayangan Kelam

Bayangan Kelam

tanya Anisa, suaranya hampir tidak terdengar. Arya menatap Anisa dengan mata yang penuh dengan bayangan masa lalu. “Kekuatan itu membawaku ke dalam kegelapan, Anisa. Setiap kali aku menggunakannya, aku kehilangan sedikit dari diriku sendiri. Aku menjadi seseorang yang tidak lagi mengenal siapa aku sebenarnya. Aku berubah menjadi Bayang Kegelapan, sosok yang hanya ada untuk menghancurkan hidup orang lain demi kepuasan yang tidak pernah bisa terpuaskan,” katanya dengan nada yang getir.
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Pesona Wanita yang Ternoda

Pesona Wanita yang Ternoda

Kiya menatap pantulan dirinya di cermin yang baru beberapa hari lalu Ratna pasang di kamarnya untuk mengganti cermin meja rias yang pecah. “Lihatlah. Kamu sudah menjadi wanita kotor yang hina. Tidak ada yang bisa kamu harapkan lagi. Satu per satu orang yang kamu sayangi pergi meninggalkan kamu.” Kiya terus meracau, bicara pada pantulan dirinya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
LORO

LORO

Memuaskan dirinya sendiri juga wanita yang tampak bergerak penuh gairah mengikuti gerakannya. "!" Tapi, mata Bagas membesar saat melihat bayangan wanita lain yang melintas dalam pikirannya sesaat. Wajah Maya berubah jadi wajah wanita lain yang tak akan lagi bangun lagi selama apapun ditunggu. Bayangan Arum Wijaya.
9.710.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 318 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Pawang Hati Mafia Kejam

Pawang Hati Mafia Kejam

Tiba-tiba, sebuah bayangan muncul di sebelahnya. "Anda tidak membawa liontin itu. Pintar." Sabe mendongak. Di sebelahnya berdiri seorang wanita. Bukan Bu Suri, bukan Candra, bukan pula pengawal Reza. Wanita itu berusia sekitar lima puluh tahunan, mengenakan jaket denim dan celana jeans yang sobek di beberapa tempat. Rambutnya dicat merah terang, dan matanya... matanya terasa sangat familiar. Tajam, penuh luka, dan tidak gentar.
10742 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Ayah Untuk Danish

Ayah Untuk Danish

Laki-laki berbola mata coklat terang itu menaikkan sebelah alisnya, dan itu berhasil membuat Senja mengepalkan tangan mungilnya. Melihat wanita yang biasanya tampak lembut nan penuh keanggunan kini lebih garang dari raja rimba, Fais berusaha keras agar tawanya tak pecah. Selain lucu, ia sedikit merinding jika harus terjebak dalam suasana yang lebih horor dari sekarang. "Mengomel?" tanya wanita yang pipinya sudah semerah jambu itu dengan suara tertahan.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Aduh! Kangmas Tak Tahan

Aduh! Kangmas Tak Tahan

Hingga akhirnya ekor mata Banyu menangkap siluet seorang wanita yang tidak asing diingatannya. "Loh? Dia...." Banyu menggantung kalimatnya. Wanita paruh baya dengan sanggul besar, memakai kebaya sutra berwarna hijau itu berjalan anggun keluar dari toko Jayendra. Wanita itu tersenyum pada setiap orang yang ia jumpai. Di belakangnya berjalan dua orang pria yang mengawal kepergiannya. "Bagaimana, Banyu?" Wening turun dari kereta kuda dengan hati-hati. Langsung
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Sang Bayangan

Kebangkitan Sang Bayangan

### **Pertemuan dengan Bayangan Kedua** Kemenangan mereka membuka pintu untuk pertemuan dengan ‘Bayangan Kedua’. Di sebuah gudang kosong, Luca dan Marco menunggu dengan waspada. Pintu besar di ujung ruangan terbuka, dan seorang wanita dengan pakaian serba hitam masuk. Dia tinggi, dengan tatapan dingin yang memancarkan kekuatan. “Kalian mencari aku?” “Jadi, kau Bayangan Kedua?” tanya Luca tanpa basa-basi.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Wanita Yang Menundukkan Pandangannya

Sesampainya di depan, Salwa melihat seorang wanita yang mengenakan jilbab, sedang duduk di ruang tunggu, sambil melihat-lihat katalog yang lain. "Assalamualaikum, Mbak!" sapa Salwa menghampiri wanita tersebut. "Waalaikumsalam!" Wanita itu mendongak untuk melihat siapakah yang mengucapkan salam padanya. "Adakah yang bisa Salwa bantu, Mbak?" tanya Salwa sopan. " ini Mbak Salwa pemilik butik ini ya?" tanya wanita tersebut. "Iya, Mbak! Oh iya, dan ini rekanku dalam mengelola butik ini. Jadi, apa yang bisa kami bantu?"
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 184 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Tembus Pandang Menjadikanku Kaya Raya

Senyuman tipis yang dingin nan licik terlihat jelas di bibirnya yang berpoles gincu merah. "Satria Wisesa..." desis wanita itu dengan nada suara yang sepenuhnya berubah—tak ada lagi nada merayu atau rasa takut. Suaranya bergaung dan melengking. "Penguasa Bayangan Nusantara yang legendaris... Aku akui sulit untuk mengecoh mata batinmu."
1011.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai senja bayangan wanita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status