LEBIH BAIK KITA BERPISAH
Dia mengucapkan itu sambil mencium bahu suaminya.
Aku tertawa. Suara Senja tanpa beban. Dia telah sepenuhnya move on dan melupakanku. Tak ada amarah apalagi dendam dihatinya. Padahal karena aku, dia pernah hampir dicelakai oleh Marsya. Dan kini, lihatlah, dia menimang Zara dan mengajak anakku bicara dengan suara lembut. Sungguh, dia adalah bidadari yang sesungguhnya. Tapi aku tak menyesal karena gagal memilikinya. Kami memang lebih baik berpisah, karena jika masih bersamaku, Senja belum tentu sebahagia itu.
Senja, dia memang terlahir untuk Biru. Senja yang menyempurnakan langit biru hingga berubah warna menjadi jingga.