Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Dia Tertidur Dalam Malam Abadi

Suaranya tenang, namun tenang yang terasa mengerikan. “Maaf, Dinda.” “Apa pun bisa aku penuhi untukmu,” kata Niko sambil menatap mata Dinda lurus-lurus. “Tapi yang ini tidak.” “Aku tidak menyukaimu.”
19.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Cinta Tanpa Suara

Cinta Tanpa Suara

Gia ragu sejenak, namun akhirnya mengangkatnya. "Halo?" suaranya masih terdengar hati-hati. Hening di seberang sana selama beberapa detik, hanya terdengar suara napas yang teratur. "Lagu yang indah, Gia," suara seorang pria, berat dan dingin, menyahut dari seberang sana. "Tapi burung yang terlalu banyak berkicau seringkali berakhir di dalam sangkar... atau lebih buruk, di bawah tanah."
785 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

--- Dan sore itu, saat angin menyusuri jalan tanah yang lembab, ia membawa serta satu pesan: “Yang pulih bukan yang tercepat. Tapi yang diizinkan berhenti—tanpa dicurigai lemah.” --- Malam menyelimuti Teman Sunyi tanpa suara. Tidak terburu-buru. Tidak menuntut siapa pun untuk tidur tepat waktu. Hanya datang… sebagai ruang yang mengizinkan siapa pun untuk diam tanpa tekanan. --- Rhia menyalakan satu lilin kecil di dekat jendela. Cahayanya tak cukup untuk menerangi ruangan, tapi cukup untuk membuat satu hal tampak:
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Mobil pun melaju. Calista merasa benaknya sangat kacau dan kelelahan yang berlebihan membuatnya tidak dapat membuka mata. Setelah menemukan lingkungan yang tenang dengan susah payah dan hendak menenangkan diri, dia malah tiba-tiba mendengar suara mobil berdecit yang memekakkan telinga. Saat Calista merasakan ada yang aneh dan membuka mata, segalanya sudah terlambat. Pada detik berikutnya, sopir menginjak pedal gas sampai kandas, lalu melaju dengan kecepatan tinggi.
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 297 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Kemudian kuklik. Pemutar audio sederhana muncul. Bilah waktunya 00:00 / 01:13. Suara statis pelan, seperti hujan yang jatuh di atap seng jauh di gang belakang. Lalu suara berdeham seseorang yang kukenal hanya dari cara ia menahan napas di suku kata pertama. “Sin…” Aku menutup mulut dengan punggung tangan. Penyangga kecil agar hati tidak jatuh pecah-pecah di lantai.
704 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Terdampar sepi, sunyi tanpa suara. Hingga akhirnya … Riuh renjana itu sirna. Tanpa jejak, tanpa sisa. Bagai bentala tak pernah tersentuh tirta. ***** S E L E S A I *****
105.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Bisikan Tengah Malam

Bisikan Tengah Malam

Lidahnya yang menjulur, sebagai simbol dari rasa laparnya untuk merindukan kematian demi kematian. "Om Krīm Kalyai Namah,y" Syahreza membaca tulisan sansekerta pada bagian sudut bawah lukisan tersebut. Tiba-tiba angin kencang menerobos masuk, menerbangkan gorden jendela yang sudah sangat kotor berdebu. "Mengapa seorang Dewa punya istri seburuk itu?" Tanya Zulfan lagi.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Falling for the Mafia’s Embrace

Falling for the Mafia’s Embrace

Ruangan mendadak terasa sunyi. Bukan sunyi biasa. Tapi sunyi yang berat, seperti seluruh oksigen tiba-tiba memutuskan untuk pergi, meninggalkan mereka berdua dalam ruang hampa. Hanya suara pendingin ruangan yang samar terdengar, berdengung seperti nyamuk di telinga. Tatapan mereka bertemu. Sierra menunggu. Berharap.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Kak, Aku Kedinginan

Kak, Aku Kedinginan

Pada jam pertama, suara gedoran terdengar keras dan penuh tenaga. Pada jam ketiga, gedoran itu mulai melemah, berubah menjadi pukulan yang terputus-putus. Pada jam kelima, yang tersisa hanyalah suara gesekan samar yang terdengar sesekali, lalu kembali menghilang. Jam keenam. Tidak ada suara. Kepala pelayan mematikan proyektor. Ruang tamu begitu sunyi hingga suara kayu yang meletup di perapian terdengar sangat jelas.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Cinta Yang Lain

Cinta Yang Lain

Tak berani bicara. Ia tahu— Diam Abhi jauh lebih menakutkan daripada amarah. ** Pagi datang dengan sunyi yang canggung. Abhi meletakkan ponsel Ayla di atas meja. “Maaf,” ucapnya lirih. Ayla menatap heran. “Maaf untuk apa?” “Untuk semalam.” Ayla mengangguk kecil. “Nggak apa-apa.”
10591 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai senyap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status