Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

Bos, Jangan! Nanti Ketahuan

“Kamu gak pakai sepatu.” Sontak Selena melihat ke bawah, dia langsung menepuk keningnya dan mencari sepatunya. “Mana sepatuku?” Haris kemudian berjongkok dan mengenakan sepatu di kakinya. Selena hanya tergelak, dia tidak menyangka kalau bosnya ini gerak cepat juga menyimpan sepatunya ke dalam laci agar tidak ketahuan. “Dasar bos kulkas dua belas pintu,” ujar Selena.
9.91.6M viewsOngoingIdinagdag sa Library 54.8K Beses bilang sepatu lars
Ipakita ang mga Review (59)
Read
+Library
Laracroft
Ceritanya bagus, karakter haris manly banget, ga pecundang seperti novel yg aku baca. Selena jg orgnya kuat, walaupun keras kepala. Percintaan 18+ author deskripsi jelas bgt. Menurut aku ini novel percintaan bos sekretaris paling bagus yg udah pernah aku baca! Keep it up author..
Adelia
Sebelumnya maaf mengotori tempat komentarnya kak, aku ijin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Untuk judul ceritanya Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasih
Basahin ang Lahat ng Review
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Lisa pikir tas itu akan menjadikannya sempurna untuk dibawa bepergian ke mana saja. “Habis itu carikan saya sepatu Christian Louboutin ya, Mas Bona.” Lisa dengan ringan kembali menyebutkan merk sepatu buatan perancang Perancis yang terkenal dengan alas kaki stiletto-nya yang mewah, menggunakan sol berciri khas furnish merah mengkilap.
1042.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 885 Beses bilang sepatu lars
Ipakita ang mga Review (25)
Read
+Library
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Nuwairatun Imamah
huuu seru bgt kak baru baca salah 1 novelnya yg ini rasanya udah deg deg ser tiap sesinya ada aja pkoknya yg bikin sedih seneng ketawa skaligus ngakak, ditunggu update nya lg ya kak secepetnya sih klo bisa hehee aq smpe maraton bacanya(gila sehari smlm maraton ngabisin koin yg gak sedikit pula haha)
Basahin ang Lahat ng Review
Terpaksa Jadi Pacar

Terpaksa Jadi Pacar

Kemudian, ia menggeleng pelan. "Sorry, Ri, gue nggak pernah pake sendal murahan. Mending gue pake ini aja daripada turun derajat." Ari hanya melirik sepatu Lara yang memiliki hak tahu tiga senti. Lantas, kembali memilih-milih alas kaki. "Jalanan di depan sana licin. Yakin masih mau pake itu?" "Mending kita pulang, deh." "Kamu sendiri, 'kan tadi yang minta mampir ke puncak? Percaya, deh, sendal kw ama yang harganya selangit itu sama aja gunanya. Sama-sama buat diinjek sebagai alas kaki."
1014.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 476 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
Istri Tangguh Tuan Angkuh

Istri Tangguh Tuan Angkuh

Tangannya menenteng sepatu hak tingginya, karena tak nyaman berjalan terlalu jauh dengan menggunakan sepatu itu. "Kenapa kamu berjalan kaki?" tanya Laras menyadari kepulangan sang menantu yang tak biasa. Hanya saja, Adinda memilih diam sambil menunduk. Laras terdiam. Dia lalu menghela napas kala memahami bahwa ini semua pasti ulah Dimas! "Astaga... anak itu!"
10114.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.4K Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
Menjelang Pernikahan

Menjelang Pernikahan

Sedangkan ia sendiri segera angkat kaki dan melangkah memasuki outlet sepatu tersebut. Dari satu rak ke rak yang lain, Arisa meneliti setiap sepatu yang terpajang apik. Semua tampak indah, dan tentunya dengan harga yang tidak murah. Bukan masalah baginya meminta Yanu membelikan apa saja. Lelaki itu memiliki banyak uang. Membayar sepasang sepatu tak akan membuatnya mendadak miskin. Sedang asyik menjajal sepatu, Arisa pun terusik dengan suara sumbang yang tiba-tiba saja terdengar.
1018.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 379 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
Take Me Back to Switzerland

Take Me Back to Switzerland

Sadam membalas ucapan Haris dengan acungan jempol. “Duluan, Ris.” Sadam kemudian meninggalkan Haris dan segera menuju ke parkiran di mana motornya berada. Setelah itu Haris segera pergi ke ruang OSIS untuk mencari Marsha. Kini Haris tepat berada di depan ruang OSIS. Terdapat beberapa sepatu yang berjejer rapi di rak. Ia menilik satu per satu sepatu yang ada di sana dan menemukan sepatu milik Marsha, lebih tepatnya sepatu yang ia belikan untuk Marsha saat menginjak usia ke tujuh belas tahun.
107.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 201 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
TUKANG SOL SEPATU

TUKANG SOL SEPATU

Dia berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada setiap pelanggannya, dengan harapan bisa membangun reputasi yang baik di tengah-tengah masyarakat. Pelanggan pertamanya adalah seorang ibu yang membawa sepasang sepatu lusuh milik anaknya. Dengan hati-hati, Zaki mulai membersihkan dan menambal sol sepatu tersebut. Ibu: "Terima kasih banyak, Pak. Anda benar-benar menyelamatkan sepatu favorit anak saya." Zaki tersenyum, merasa bahagia bisa membantu orang lain dengan pekerjaannya.
4.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 152 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
Luka Tak Terlihat

Luka Tak Terlihat

Meskipun begitu, ia tidak mengeluh. Namun, pagi ini ada satu hal yang membuat Aris merasa sedikit lebih baik. Sepatu barunya yang diberikan oleh Bu Siti terlihat bersih dan mengkilap. Itu adalah hadiah yang sangat berarti baginya. Ia mengenakan sepatu itu dengan hati-hati, seolah-olah itu adalah benda paling berharga di dunia. Ketika Aris sedang merapikan tali sepatu, Alena tiba-tiba mendekat. Dengan wajah penasaran, ia memandangi sepatu itu dengan tatapan penuh keinginan.
101.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 48 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
Sang Pewaris Konsorsium

Sang Pewaris Konsorsium

Kali ini, dia tidak menghabiskan waktunya untuk berkeliling dan langsung masuk ke toko pertama yang dia lihat, yang merupakan toko Armani. Segera setelah dia memasuki toko itu, dia melihat-lihat sebentar, melihat-lihat ratusan pasang sepatu, sandal, dan sepatu lari seharga jutaan rupiah. Dia melihat-lihat untuk beberapa detik sebelum matanya terhenti pada sepasang sepatu lari. Dia memeriksa label harganya dan bersiul pelan. Sepasang sepatu itu seharga 300 juta rupiah.
995.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.0K Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
KEMANA ENGKAU DIBUANG, BU?

KEMANA ENGKAU DIBUANG, BU?

Namun suara langkah sepatu dari arah belakang membuat Danu menegang. Suara hak sepatu bergema di lantai marmer yang berkilau. Danu menoleh refleks dan wajahnya langsung memucat. Laras berdiri di sana, tubuhnya tegak, tatapan matanya menusuk tajam seperti belati yang disembunyikan di balik ketenangan. “Aku sudah lihat dan sudah dengar semuanya,” ucap Laras pelan, tapi nadanya dingin dan tegas. “Jadi, ini alasan kamu sering pulang malam, ya, Danu?”
105.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 142 Beses bilang sepatu lars
Read
+Library
PREV
1
...
456789
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status