Menggoda Sang Paman
Matanya tajam dengan bulu mata lentik, bibirnya merah alami tanpa perlu banyak polesan, dan kulitnya sehalus porselen.
Setiap kali Laras berjalan, hak sepatunya mengetuk lantai dengan ritme yang seolah memukau siapa saja di sekitarnya.
“Terima kasih, Laras.” Govan menerima map itu, lalu menatap Laras sejenak.
“Sama-sama, Pak. Jika ada yang perlu dipersiapkan lagi, saya siap membantu,” jawab Laras dengan nada lembut.