Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

"Sama, semua juga belum sembuh. Sampai di hari ketiga Mila sakit. Bu Ning tiba-tiba datang ke rumah." "Ngapain?" tanya Mila tak sabar. "Ibu nggak tahu siapa yang mengadu tentang obrolan emak-emak pagi itu. Lantas Bu Nuning mendatangi kami satu persatu. Menanyakan perihal kebenaran mimpi itu. Semua tidak ada yang mengaku perihal mimpinya. Bodohnya Ibu ... Ibu jujur mengankuinya. Memang iya, Ibu bermimpi Mila diajak pak Jamil naik kereta kencana yang ada hiasanya dua ekor ular besar di sisi kiri dan kanan."
1076.1K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Selubung Memori

Selubung Memori

dia mengangkat buku, “bukan berarti semua mimpinya tertulis. Fal takkan ingat sebagian mimpinya. Kebanyakan hanya yang berkesan. Empat puluh tiga kali kau memberi kesan di mimpinya.” Aku memang mengerti mimpi bisa berulang kali berganti suasana, bahkan terkadang terkesan tidak masuk akal. Aku pernah mimpi Lavi bisa menumbuhkan sulur seperti yang biasa kulakukan. Dan itu berkesan untukku, sama seperti mimpi pentas musik ketika pertama kali bermimpi Akshaya. Namun, aku tidak mengerti. “Apa artinya kalau berkesan?”
1018.9K viewsOngoingAdded to Library 492 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Kerasukan, Berujung Menikahi CEO

Aku membuka percakapan saat bersandar di headboard tempat tidur. Sasi menoleh kepadaku beberapa lama, sebelum merebahkan kepala di atas paha ini. “Bang. Mungkin nggak sih mimpi berulang-ulang itu adalah petunjuk?” gumam Sasi dengan pandangan melihat plafon. Aku membelai lembut kening hingga puncak kepalanya. “Kenapa kamu berpikiran begitu?” Sasi mengangkat bahunya singkat. “Aneh aja sih. Saya itu sering banget kayak punya penglihatan gitu. Beberapa memori yang bukan punya saya, tapi terus menerus muncul.”
1045.2K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Tidak ada desir gaun sutra, tidak ada aroma kuno perpustakaan istana, tidak ada desir panah yang melesat di udara, atau kekuatan magis yang tersembunyi di balik senyum seorang bangsawan. Hanya Stella, dan rutinitasnya, dan keheningan apartemennya yang rapi namun sunyi sepulang kerja. Lalu, dalam mimpi itu, pandangannya tertuju pada sebuah foto di layar laptopnya Sebuah gambar latar desktop yang ia ambil sendiri: pemandangan matahari terbenam di atas tebing berbatu, dengan sungai berkelok di bawahnya. Pemandangan yang anehnya mirip dengan lanskap di dunia Felicity. Saat menatapnya, rasa rindu yang tak tertahankan dan sakit yang menusuk menyergapnya.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 32 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Legenda Penjinak Monster

Legenda Penjinak Monster

“Oh, mengapa kamu mengira ini mimpi?” Fu berkata dengan serius, "Hanya 1000 koin gurun ditemukan pada 10 orang. Itu terlalu banyak." Saya ingat setidaknya ada tiga hingga empat ribu koin. Terlebih lagi, pemandangan ini sama dengan yang kita lihat saat pertama kali datang ke daerah kumuh. Sekarang setelah muncul lagi, saya rasa ini tidak nyata." Link mengangguk dan melanjutkan, ”Ya, tempat kita berada sekarang adalah mimpi, dan kita mengalami kembali apa yang terjadi malam itu.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Dendam Mantan Istri

Dendam Mantan Istri

Dia pun bermimpi. Dalam mimpi itu ada monster yang belum pernah dia lihat sebelumnya, yaitu seekor kera raksasa yang berwarna emas, yang memiliki tiga mata. Kera raksasa ini sedang duduk di puncak gunung yang amat tinggi, dimana di sekitarnya terdapat kabut, burung bangau yang terbang, dan pelangi yang tergantung di cakrawala. Matanya pada awal masih terpenjam, lalu tiba-tiba terbuka! Mata ketiga, yang berada di dahinya, menembakkan sekumpulan cahaya merah keemasan, dimana membuat Darwin yang berada di alam mimpi seketika terkejut dan bercucuran dengan keringat dingin!
10899 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Gerbang Neraka: Desa Terakhir

Gerbang Neraka: Desa Terakhir

“Aku tinggal di Astavita. Mimpi tentang gurun. Gerbang batu. Sosok bertopeng. Apa yang terjadi?!” “Aku menggambar gerbang itu sejak SD, tapi tak tahu dari mana asalnya.” “Kenapa angka VI? Apa artinya?” Saras memandangi komentar-komentar itu dengan dada berdebar. Ia membuka kembali catatannya yang lama, mengingat cerita Arga dan Malini mereka menyebut bahwa ada tujuh gerbang. Dan sejauh ini… baru lima yang telah diketahui. Yang keenam, rupanya… belum tertutup.
101.6K viewsCompletedAdded to Library 64 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

tanya Dimas. “Jati nggak pernah masuk lemari,” jawab Lila dengan suara pelan. “Dia takut tempat gelap.” Lila segera menutup lemari dan mengambil kertas gambar Jatinegara. Ia mulai membolak-balik, mencocokkan. Beberapa gambar seolah memiliki urutan. Seperti animasi. Wajah yang semula tersenyum biasa, lambat laun senyum itu menjadi lebih lebar... dan lebih bengkok. Latar belakangnya juga berubah—semula kosong, kemudian muncul bentuk-bentuk samar yang menyerupai bayangan tangan atau mata yang mengintip.
103.1K viewsCompletedAdded to Library 76 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

DIKIRA ANAK HARAM, TERNYATA ANAK SULTAN

Namun kembali aku tertuju pada dua orang yang berdiri di balkon atas sebelah kanan. Bu Murni menatapku, "A-a-apa selain pandai melukis Riris juga indigo?" Aku mengeleng pelan, siapa yang tak akan menyangka seperti itu jika gambar yang dilukiskan Riris itu mengambarkan sepasang laki-laki dan perempuan dengan gaun yang mereka kenakan penuh darah. Aku tahu Riris mengambar ayah dan ibunya. Ya... Yang ia gambar adalah Belinda dan Bagas. Namun kenapa harus digambar dengan pakaian penuh darah seperti itu. Ah! Pasti Bu Murni ketakutan.
106.2K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
Mimpi Cinderella

Mimpi Cinderella

Anak kecil berusia sekitar lima tahun-an itu menunjukkan padaku sebuah kontrakan dengan nomor 9 di dindingnya, lalu bergegas pergi setelah kuberi selembar uang bergambar pahlawan berpedang. Readers jangan pada ngiri, ya! Ntar pada minta, lagi! Ntar deh, lebaran aja bagi angpaunya. Isinya yang gambar tari piring aja, ya? Jangan minta yang Soekarno-Hatta! Bahaya buat kesehatan dompetku! Ok, skip!
107.6K viewsOngoingAdded to Library 257 Times as seribu mimpi bergambar
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status