Menulis Ulang Takdir
vitafajarlidah terlukalirik sebuah penyesalantrauma lirikour story penyesalan
Di dalamnya, setangkai mawar putih yang masih sangat segar bersandar dengan anggun, tetesan air di kelopaknya tampak berkilau terkena lampu ruangan.
Jantung Lyra seketika berdegup kencang, menghantam rongga dadanya dengan ritme yang menyakitkan. Ia tidak pernah meminta bunga itu. William, meski romantis dengan caranya yang kaku, biasanya lebih suka memberikan mawar merah yang berani atau lily putih yang megah. Putih mawar ini terasa berbeda, terasa pucat dan mengancam.
"Siapa yang masuk ke sini?" bisik Lyra pada kesunyian.