Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
CEO Nakal Kekasihku

CEO Nakal Kekasihku

Gedung itu akan penuh dengan nuansa bunga segar yang memang diinginkan oleh sang mempelai. “Mawar putih, lily yang lain terserah saja.” Mereka mengerti, ada salah satu panitia WO yang menggambar keinginan dari Hafiza tersebut. setelah jadi, ditunjukkan kepada Hafiza, sesuai dengan yang dinginkan.
9.7213.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.4K kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Sisi Lain Pelakor

Sisi Lain Pelakor

"Bunga mawar cocok, Mas. Mau warna merah atau putih?" Dengan cepat kubeli seikat bunga mawar putih. Aku memilih mawar putih karena putih melambangkan kesucian. Seperti cintaku yang tulus dan suci padanya. Entah Yasmin akan suka atau tidak? Aku sendiri tak tahu apa bunga kesukaannya, yang aku tahu semua wanita menyukai bunga. Jantungku berdetak lebih cepat kala mobil yang kukendarai sudah berhenti di halaman rumah Yasmin. Segera aku turun sambil membawa seikat bunga dan kotak berwarna merah.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 261 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Maaf Mas, Aku Tega!

Maaf Mas, Aku Tega!

tanyanya dengan bibir melengkung. "Bagus yang mana,Mbak?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Mawar putih bagus Mas, melambangkan kesucian," terangnya sambil mengambil bunga mawar putih. Dan di perlihatkan padaku. Memang indah mawar putih, melambangkan kesucian cintaku pada Anita. Anita pasti suka. "Mawar putih saja Mbak, tolong dirangkaikan yang cantik ya."
1021.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 748 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Tetehnya sudah nemenin ke sini, masak nggak dikasi bunga?” Marco menuding mawar putih, karena dia pikir nggak ada maknanya apa-apa. Sang pedagang cengengesan lagi. “Mawar putih, bunga yang sempurna, menyiratkan pengharapan yang besar. Sangat romantis.” “Bullshit lo!” gerutu Marco pelan. Sang pedagang mengambil tujuh tangkai mawar putih, dibungkus dengan plastik, lalu diikat dengan pita putih. Pedagang itu memberikannya kepada Marco, lalu Marco malah memberikannya kepada Maryam.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Sebentuk Hati untuk Jingga

Sebentuk Hati untuk Jingga

ucapnya dengan jemari menyentuh mawar yang berwarna merah tua. "Eeeh ada nama-namanya, toh?" Jingga bertanya heran. "Ada banyak, yang putih ini namanya Mawar Mega Putih, itu yang pink namanya Mawar Pertiwi." "Yang merah agak jingga ini juga beda nama?" Jingga mendekati sebuah pot yang bunga mawarnya tengah akan mekar. Ia belum pernah melihat yang warnanya jingga seperti itu sebelumnya. Tadinya dia malah mengira itu bukan bunga mawar.
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
The Devil CEO

The Devil CEO

Bukan hal yang biasa keluarga Alves ini. Setelah di timang-timang, Emma memutuskan untuk mengambil mawar putih yang mekar dengan indahnya. “Mawar putih ini sepertinya akan disukai oleh kakek Bapak,” ucap Emma. “Dan juga mawar ini kesegarannya dapat bertahan selama sembilan hari.” “Baiklah. Bungkus itu saja.” Ethand segera mengambil dompet dari dalam sakunya.
1014.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Tumbal Pernikahan

Tumbal Pernikahan

Dari jendela, cahaya matahari menyentuh kelopak mawar putih yang mekar sempurna seolah mendengarkan percakapan mereka. *** Angga berdiri di halaman belakang, membawa sekop kecil dan pot bunga baru. Ia menunduk, menyentuh tanah yang lembap. Mawar putih di depannya tampak segar, tetapi ia menanam satu lagi di sebelahnya mawar merah muda, lembut dan penuh harapan. “Yang putih buat maaf,” gumamnya pelan, “Yang merah muda buat awal yang baru.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

Ternyata cahayanya berasal dari bunga teratai putih yang sedang mekar, dan anehnya hanya ada satu buah bunga beserta daunnya. Sumirah berusaha menyentuh bunga tersebut dan ingin memetiknya untuk dibawa ke hadapan sang ratu. Namun setiap kali Sumirah hendak memetik kelopaknya, bunga tersebut langsung berubah menjadi asap, namun tatkala tangannya dia angkat, bunga teratai putih kembali ke tempatnya semula. Entah kenapa setiap kali Sumirah gagal, maka airnya semakin dingin, tubuh Sumirah seakan membeku.
9.751.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Kesempatan Kedua untuk Cinta

Kesempatan Kedua untuk Cinta

Sepia terkekeh dan menundukkan badan memperhatikan deretan mawar. “Kamu sendirian aja?” tanya Hamidah. “Tidak, aku bersama anakku, tapi dia enggak mau turun.” “Mau bunga apa? Aku cariin yang terbaik. Tumben banget, biasanya itu anak yang pinter banget milih bunga. Pasti kalo lagi kayak gitu lagi ngambek, ya?” tebak Hamidah. “Mawar putih yang seger-seger, ya, Mi lima belas tangkai. Biasalah, mulai gede mulai keluar deh sifat ngambeknya.”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Sentuhan Panas Bos Suamiku

Sentuhan Panas Bos Suamiku

"Hmm, semuanya baik-baik saja. Selain bau mentega, toko jadi bau bunga karena buket-buket itu banyak yang bunga hidup. Untungnya lebih banyak bunga palsu, kalau tidak, sayang sekali membuang bunga sebanyak itu." "Ya, aku mencium bau bunga tadi. Banyak sekali yang menyayangimu sampai bunganya banyak sekali. Tapi aku ingat mawar putih itu. Bukankah jadi aneh kalau hanya mawar putih? Seharusnya dia memesan bunga lain yang lebih berwarna saja. Dari siapa itu?" Tawa Rania sedikit menghilang saat mengingat bunga mawar putih itu.
9.9249.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.0K kali sebagai setangkai mawar putih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status