Tak Sengaja Mencintaimu
tanya Vanka setelah bangun dari ketermanguan sembari tangannya memegang liontin.
Shankara terkekeh pelan. Ia menarik kerah coat Vanka agar lebih rapat menutupi lehernya yang kini dihiasi kilau emas putih. Angin laut Baltik yang kencang membuat ujung hidung Shankara memerah, tapi tatapannya tetap hangat.
“Rahasia mekanik, Van," jawabnya.
“Ih, Abang!” Vanka cemberut.
“Hehehe. Pas kamu lagi asyik pilih-pilih syal buat Thalia kemarin Abang kabur sebentar ke toko perhiasan di sudut jalan,” jawab Shankara.