My Light
teriak Asya lagi, saat Rafan menindihnya dan tangan penuh lumuran darah menyentuh kelopak matanya lagi.
“Mata! Mata!” racau Rafan, mendadak terhenti saat melihat air mata menetes hingga pipi.
Asya menangis, akibat rasa takut. Melihat Rafan dalam kondisi terkontrol sisi mengerikannya. Juga, bingung cara menyadarkan Rafan.
“Ja-jangan!” pinta Asya, semakin terisak. “Sadarlah!”
Rafan masih terpaku, detik berikutnya menyingkir dari Asya, dan mulai meracau tidak jelas dan menjambak kasar.
인기 회차