Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Aku Hamil Anak Kamu, Mas!

Dia paling tidak bisa melihat wajah masam dan muram dari orang yang hidup satu rumah bahkan satu ranjang dengannya. Hanya saja sekarang pikirannya tertuju pada amplop itu. "Ya sudah, Mas sekarang bangun lalu kita shalat shubuh berjama'ah, ya?" ucap Zola seraya menyodorkan segelas air putih. Evan mengangguk seraya menerima gelas itu dengan kedua tangannya. Zola tersenyum kemudian beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap dan mengambil wudhu.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Satu-persatu ke-3 susuk emas yang kupasang terlepas dari wajahku. Para santriwati terus membaca Alfatihah dan Ayat kursi, termasuk A Faiz yang menjadi asisten abah. Aku mulai lebih tenang. Abah mengusapkan air daun bidara dan kelor ke seluruh tubuhku. "Ini Neng, minumlah ini air zamzam yang telah abah doakan." "Iya Abah." Dalam pelukan kaki Umi, aku pun meminum air itu, umi memberiku beberapa kurma, dia terus mengelus-elus jilbabku dan punggungku, alhamdulillah nyaman.
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

ISTRI BADUNG DITAKLUKKAN USTAZ RUPAWAN

Ia baru tahu kalau rupanya si suami memiliki senyum yang bisa buat gunung es sekalipun meleleh. "Ushalli sunnatan taubati rak'ataini lillahi ta'ala." Azkio melapalkan niat. Walau belepotan dengan pelapalan bahasa Arab, Zivanka setia menirukan. Betapa indahnya melihat sepasang suami-istri ketika melaksanakan shalat bersama. Usai sholat tobat, Azkio berdzikir dan membacakan doa untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Khususnya atas dosa khamar yang diminum Zivanka.
9.933.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Zulfa Zahra El-Faza Lamat-lamat kulihat bibir Gus Fatih membaca basmalah, kemudian dipegangnya dengan lembut ubun-ubunku dengan kedua tangannya, kudukku meremang merasakan sentuhannya. “Allahumma inni asaluka min khairiha wa khairi ma jabaltaha, wa a'udzubika min syarriha wa syarri ma jabaltaha (Ya Allah sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan wataknya. Dan aku mohon perlindungan-Mu dari kejahatannya dan kejahatan wataknya),” bisik Gus Fatih di puncak kepalaku. Persis seperti beberapa menit setelah ijab qabul kami berminggu-minggu lalu, saat ia menghampiriku di bilik kamarku yang ada di Kediri, kemudian menggandengku ke pelaminan.
106.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Ikhlasku dengan takdirku

Ikhlasku dengan takdirku

didepannya juga sudah disiapkan dua air botol minum. Ari berharap dengan cara ini Zoya dapat dikendalikan olehnya dan perlahan dapat melepaskannya juga Lisa dapat memaafkannya dan mau menerimanya kembali. "Dia memang keras kepala, berikan air doa ini sama dia tapi jangan ketauan campurkan ke minuman nya dan ini sama berikan minuman ini ke minuman nya dan jangan ketauan. Dan sebelum diberikan bacakan bismillah 7 kali juga sholawat nabi 7 kali pada air minumnya masing-masing. Mengerti" terang ustad Azam dengan pelan namun serius.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

tanya Dion heran. Dito dan Farrel kompak mengedikkan bahu mereka. "Apa kau belum meminum susumu, Di?" Tanya Farrel. Dion menggeleng, sambil mengunyah dia berkata, "tadi aku meminta di buatkan susu, tapi kata chef Wisnu, di sini tidak ada susu coklat, yang ada hanya ada susu rasa strawberry dan susu sapi." Farrel dan Dito, mereka kompak menggelengkan kepala.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Adikku Ingin Jadi Artis

Adikku Ingin Jadi Artis

sahutku hampir tergagap. "Insya Allah, aku pamit pulang Din, Assalamualaikum." "Waalaikumussalam." Setelah Dimas tak terlihat lagi dari pandangan mata. Kututup kembali pintu dan membuka bungkusan plastik yang tadi diberikannya, ternyata berisi kurma, kismis, air zam-zam, kacang Arab, coklat, dan tasbih, serta siwak. "Alhamdulillah, Ibu pasti suka kurma," suara batinku.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Istri Palsu Tuan Presdir

Istri Palsu Tuan Presdir

tolak Zea menggeleng. "Jos, antar dia ke kamar Zayyan!" perintah Samuel. "Siap!" sahut Josua berdiri seraya meletakkan botol alkoholnya. "Mari, Nona Cantik!" Zea mengikuti langkah kaki Josua. Rasanya dia mau muntah mencium bau alkohol yang memenuhi ruangan. Dia benar-benar tak habis pikir, apa yang membuat orang kecanduan minuman haram itu.
1022.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 536 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

Ezra Lazuardy (@ezralazuardy): “Jangan bilang kamu masih kepikiran dispenser kesurupan sarden itu ya.” Elara spontan tertawa kecil. Bahunya berguncang ringan. Jari-jarinya langsung membalas. Elara (@elaraynt): “Justru aku lagi cari alat ruqyah buat dispenserku. Ada rekomendasi?” Ezra: “Saran: tempelin stiker tulisan ‘Bismillah’ di galon, lalu semprot pake air zam-zam.”
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikahi Gus

Dipaksa Menikahi Gus

“Baik, Umi.” Sepeninggal Umi Ulfah, di dalam ruang kamar itu nampak kaku. Zilal yang sudah membawa jamu Kunyit madu hanya meletakannya di atas meja kamar. Sementara Zalfa sudah makan nasi sedikit berkat sepiring Ayam kecap dan Mangut dari Mbak Lina. “Ning, ini Kunyit madunya. Saya ambilkan lagi, takut sewaktu-waktu mau diminum.” ucap Zilal.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai sholawat zam zam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status