Sisi Gelap Sang Penguasa
Untuk sesuatu yang lebih berarti daripada sekadar penampilan.
“Kenapa, Bu?” tanya ART itu, heran melihat Dania justru mendecik pelan.
Dania tersenyum tipis, berusaha menutup perasaannya. “Tidak apa-apa, Mbok. Terima kasih.”
ART itu mengangguk, lalu menunduk sopan. “Saya permisi, Bu.”
Begitu wanita itu pergi, Dania kembali menatap isi kantong belanja. Jemarinya menyibak lipatan dress, lalu matanya menangkap secarik kertas kecil yang terselip di dalamnya.
Hot Chapters