Bukan Istri Idaman
"Lebih baik kamu di rumah sajalah, Dek. Temani mama! Apa gajiku kurang untuk kamu?"
"Nggak, Mas. Gajimu sudah lebih dari cukup. Aku hanya ingin bekerja saja. Aku bosan di rumah, Mas. Aku ini masih muda. Masa', aku nggak boleh bekerja, sih? Lagi pula, kita juga belum punya momongan, 'kan?"
Mas Ardi menghela napas. "Ya sudahlah, terserah kamu, Dek."
Ponsel Mas Ardi yang tergeletak di meja itu berdering. Ada nama Leo tertera. "Masih pagi sudah nelepon suami orang," batinku dalam hati.
Hot Chapters