Kusingkap Topeng Busuk Suamiku
tekanku mengingatkan.
"Oh iya, mantan suamimu itu hebat loh, Nduk, buktinya bisa mengembangkan merk yang tadinya hanya dipandang sebelah mata." Hais, masih aja Bapak muji-muji orang yang jelas-jelas udah menyakiti hati anaknya ini.
"Memang dia orang yang bertalenta, Pak. Tapi sayang, semua itu dibarengi dengan sifat sombong dan angkuh yang menjadikannya lupa diri," sahutku lirih.