Asmaraloka Sang Putri Pusaka
“Ssshh, Gusti, suara panjenengan terlalu keras!”
Sitira yang sedari tadi pucat, kini malah ikut menimpali dengan polos, “Tapi… kalau dipikir-pikir, mungkin memang lebih mudah meminta bantuan wanita penghibur. Mereka kan kenal banyak orang.”
“Diam kau, Sitira!” Raras mendelik. “Kalau orang tahu Rakai bergaul dengan wanita semacam itu, harga dirinya di mana? Harga diriku sebagai istrinya, di mana?”
ตอนยอดนิยม