NAJENDRA
Seolah mereka bisa bertelepati seperti Najendra dan si Keris Sakti, Wira menjawab dalam batin.
“Ampun Tuan Najendra, karena saya tidak pernah menceritakan apalagi menyebut nama saya sendiri. Dan lagi saya tidak bisa menyelamatkan tuan, jika bukan karena wanita bernama Rahma itu, tuan mungkin akan lebih sulit untuk bangkit kembali.”
Siluman Ajag berlutut dan memohon ampun padanya dengan hati yang tulus. Sejenak Najendra berpikir, pantas saja dia berbeda dibandingkan siluman atau jin lainnya, rupanya dulu Damar adalah manusia.
Bab Populer