Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAPAKU MASIH BUJANGAN

PAPAKU MASIH BUJANGAN

sindir Cindy sambil tertawa sinis. “Selamat juga, sudah menguras harta laki laki dengan berkedok cinta yang tulus.” Dirga balas menyindir membuat wajah Cindy merah padam. Harga dirinya tersenggol. Tapi demi uang Cindy mengesampingkan gengsinya.
1015.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku

Tanpa sadar tangannya terulur dan menepuk kepala Anindya, ringan tapi cukup membuat gadis itu membeku. “San!” Anindya membelalakan mata. “Jangan gitu!” “Mumpung janur kuning belum melengkung. Masih ada celah tipis,” sahut Sankara, setengah bercanda, setengah terlalu serius untuk dianggap bercanda sepenuhnya. “Ngaco kamu,” dengus Anindya. “Bercanda,” kata Sankara, tapi sorot matanya tidak sepenuhnya ikut tertawa. “Sebagian.”
1040.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota

Para kultivator dari berbagai kubu bahkan membuka perang mulut di dunia maya. "Kutaruhkan sepuluh bungkus keripik pedas, Ryan Sang Kaisar Iblis Gila dari Selatan pasti mati." "Enak saja, sepuluh bungkus keripik pedas? Itu terlalu meremehkan namanya. Minimal sepuluh bungkus pinang, yang sampai menghitamkan gigi." "Dua orang dari negeri ginseng di atas, sudah cukup. Berhenti menyindir. Kabar pertarungannya saja belum keluar, kenapa kalian bisa seyakin itu Ryan bakal mati?"
1068.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai sindiran keras
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Nickie
izin promosi bisa dibaca novel baru judulnya kesempatan kedua pangeran oleh penulis nickie...yang suka membalikkan keadaan, balas dendam, penyelamatan keluarga dan cinta, pewaris kaya, dan misteri ada romance bisa dicoba baca buku ini.... bisa kasih saran untuk perbaikan ke depannya..terima kasih
Baca Semua Ulasan
Kerinduan Tak Berujung

Kerinduan Tak Berujung

Sekretaris di sampingnya langsung berhenti bernapas. Di dunia ini ternyata ada yang berani mengatakan Eric seperti seekor anjing. Apa dia cari mati? Namun detik berikutnya, reaksi Eric mengejutkan sekretaris yang telah mengalami berbagai macam kejadian besar. Terlihat Eric mengusapkan kepalanya lagi. "Guk guk." Sekretaris itu pun keluar dengan wajah jijik dan menutup pintu.
17.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 480 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Pendekar Tengil

Pendekar Tengil

‘Beugh’ ‘Wwrrr’ Suara benturan keras langsung terdengar diiringi oleh riuh angin yang bergemuruh, kerikil dan debu di sekitar mereka berdiri langsung terhempas saking kuatnya benturan dua serangan yang dialiri oleh tenaga dalam tersebut. Geni dengan cepat langsung menundukan tubuhnya sedikit serta mengayunkan telapak tangan kirinya dari bawah ke atas mengincar dagu Indra.
9.9439.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai sindiran keras
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang promo y kk LEGENDA RAJA PENDEKAR Kisah perjalanan seorang pendekar muda bernama Jiu Long, hingga mencapai tingkat derajat tertinggi di dunia kependekaran saat itu. Menjadi orang nomor 1 di dunia persilatan dan mendapat julukan sebagai RAJA PENDEKAR. Jangan lupa mampir ya. Terima kasih...
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
TEROR SINDEN GHAIB

TEROR SINDEN GHAIB

Namun sinden itu berhenti beberapa langkah dari Aruna. Matanya lembut. Tidak ada kebencian di sana. Hanya kesedihan yang sangat tua. “Aku tidak ingin menyakitimu,” katanya pelan. Suaranya kini seperti manusia biasa. Tidak lagi seperti gema dari dunia lain. Aruna menatapnya. “Lalu kenapa kamu membangunkan mereka?” Sinden itu menutup mata sebentar. “Karena kami tidak pernah benar-benar mati.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Harsa menyentuh pipi cantik itu, istrinya meminta lagi itu karena sebuah sindiran sebenarnya. Sekarang justru meminta untuk dijelaskan Surat Ghaafir ayat 30 sampai 33. Tidak lain feeling Harsa ini hanya sebuah sindiran keras atas kesalahan dirinya. Harsa bingung dalam balutan selimut tersebut. “Apaan? Udah nggak marah, tapi besok janji mau revisi! Ayu emang pengen denger kelanjutannya untuk sekarang,” kata Ayu.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Sang Kekasih Berambut Merah

Sang Kekasih Berambut Merah

Dalam nada yang jelas dan tajam, dia menjawab, "Selesai. Tidak ada jawaban." Itu tidak mungkin. "Siapa di sana?" Sarkon bangkit berdiri dan mulai berjalan mondar-mandir. Sembari mengabaikan kejengkelan yang tumbuh dalam dirinya, Sanders menatap lurus dengan ekspresi yang sama ketika seseorang menceritakan lelucon buruk kepadanya. Dia berkata dengan nada bosan, "Tampaknya singa betina telah menunjukkan cakarnya."
1.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

SUAMI KONTRAKKU MILIARDER TAMPAN

"Ssshhh,,,." "Keras sekali," gumam Sinta, jari jemarinya semakin liar bermain dengan rudal istimewa Damar. Kedua kaki Damar limbung tak kuasa menahan beban tubuhnya sendiri ketika Sinta tanpa jeda memainkan jari jemarinya. "Ggghhh,,, sssh, hhh." Sinta terkikik. "Hi-hi-hi. Kenapa?! Kau tak menyukainya?!" goda Sinta.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 262 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Bermain Api Dengan Nyonya

Bermain Api Dengan Nyonya

Keringat dingin mengalir di punggungku, bercampur dengan air laut yang belum mengering. "Apa ini, Kendi? Sesuatu yang keras... dan terasa sangat berharga?" Siska berbisik, suaranya sangat lembut namun menyimpan racun. Bramantyo menekan tombol di lengannya, membuat sebuah layar monitor di depan kami mulai berkedip merah, menunjukkan angka-angka hitung mundur yang akan menghanguskan triliunan rupiah dalam hitungan menit.
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai sindiran keras
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status