Tanpa Ayah di Hari Terakhir
Meski terasa mustahil, teringat pesan terakhir anakku, aku tetap mengusap air mata dan melangkah untuk memastikan.
Seorang pria berdiri di ambang pintu. Tubuhnya dipenuhi lumpur.
Saat dia hendak melangkah masuk, aku justru mendorongnya keluar sekuat tenaga.
“Untuk apa kamu datang?”
Yuda gemetar menatap ruang duka.
Saat kembali menatapku, matanya sudah memerah.
“Amanda … biarkan aku bertemu Damar sekali saja. Aku ayahnya .…”